Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَمَثَل كَلِمَة خَبِيثَة﴾ هِيَ كَلِمَة الْكُفْر ﴿كَشَجَرَةٍ خَبِيثَة﴾ هِيَ الْحَنْظَل ﴿اُجْتُثَّتْ﴾ اُسْتُؤْصِلَتْ ﴿مِنْ فَوْق الْأَرْض مَا لَهَا مِنْ قَرَار﴾ مُسْتَقَرّ وَثَبَات كَذَلِك كَلِمَة الْكُفْر لَا ثَبَات لَهَا وَلَا فَرْع وَلَا بَرَكَة ٢ -
"Dan perumpamaan kalimat yang buruk" [yaitu kalimat kekufuran] "adalah seperti pohon yang buruk" [yaitu pohon labu pahit/hanthal], "yang telah dicabut akar-akarnya" [tercabut sampai ke akar-akarnya] "dari permukaan bumi; tidak mempunyai ketetapan sedikit pun" [tempat menetap dan kepastian/kekokohan. Demikian pula kalimat kekufuran, tidak memiliki kekokohan, cabang, maupun keberkahan].