Tafsir Jalalain
Tafsir Jalalain (Tafsīr al-Jalālayn) adalah tafsir Al-Qur’an yang disusun oleh dua ulama bernama Jalaluddin: Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (w. 864 H) dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr al-Suyuthi (w. 911 H).
Nama al-Jalālayn berarti “dua Jalal”, merujuk kepada kedua pengarang tersebut.
Baca Tafsir Jalalain
Baca teks Arab dan terjemahan Tafsir Jalalain untuk setiap surah Al-Qur’an.
Tentang Kitab
Tafsir Jalalain dikenal karena penjelasannya yang singkat, padat, dan langsung pada makna ayat. Penafsirannya mengikuti urutan surah dan ayat dalam mushaf.
Al-Mahalli menulis tafsir dari Surah al-Kahfi sampai al-Nas, serta menafsirkan Surah al-Fatihah. Setelah beliau wafat pada 864 H, al-Suyuthi melanjutkan bagian yang belum selesai, yaitu Surah al-Baqarah sampai al-Isra’.
Al-Suyuthi mengikuti gaya penulisan gurunya sehingga kedua bagian tersebut menjadi satu kitab yang dikenal sebagai Tafsir Jalalain.
Metode Penafsiran
Ciri utama Tafsir Jalalain adalah penjelasan yang ringkas. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam penafsirannya antara lain:
- Urutan mushaf: penafsiran mengikuti susunan surah dan ayat dalam Al-Qur’an.
- Penjelasan ringkas: makna ayat disampaikan secara singkat tanpa uraian yang panjang.
- Bahasa Arab: banyak menjelaskan arti kata, susunan kalimat, i‘rab, dan hubungan antarunsur dalam ayat.
- Al-Qur’an dan hadis: digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan sejumlah ayat.
- Pendapat ulama: digunakan pada bagian-bagian yang memerlukannya.
- Qiraat: disebutkan pada beberapa ayat ketika berkaitan dengan makna atau susunan bahasa.
- Fikih: ayat-ayat hukum dijelaskan sesuai dengan keilmuan fikih kedua pengarang yang bermazhab Syafi‘i.
- Asbab al-nuzul: dicantumkan pada beberapa ayat untuk membantu menjelaskan maksudnya.
Secara umum, Tafsir Jalalain memadukan riwayat dan penalaran dalam penafsiran, dengan perhatian yang kuat pada makna bahasa Arab dan maksud langsung ayat.
Jalaluddin al-Mahalli
Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli lahir di Mesir pada 791 H dan wafat pada 864 H. Ia adalah ulama bermazhab Syafi‘i yang dikenal dalam bidang fikih, usul fikih, tafsir, hadis, dan bahasa Arab.
Selain menulis bagian dari Tafsir Jalalain, al-Mahalli memiliki beberapa karya dalam fikih dan usul fikih. Ia juga merupakan salah satu guru al-Suyuthi.
Jalaluddin al-Suyuthi
Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakr al-Suyuthi lahir di Kairo pada 849 H dan wafat pada 911 H. Ia dikenal sebagai ulama yang banyak menulis dalam bidang tafsir, ilmu Al-Qur’an, hadis, fikih, dan bahasa Arab.
Di antara karyanya yang terkenal adalah:
- Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an
- Al-Durr al-Manthur fi al-Tafsir bi al-Ma’thur
- Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul
Sebagai murid al-Mahalli, al-Suyuthi menyelesaikan bagian Tafsir Jalalain yang belum ditulis oleh gurunya dan mempertahankan gaya penulisan yang sama.
Kedudukan Kitab
Tafsir Jalalain banyak digunakan sebagai kitab pengantar untuk memahami tafsir Al-Qur’an, terutama karena penjelasannya yang singkat dan fokus pada makna ayat.
Bagi pembaca yang mulai mempelajari tafsir berbahasa Arab, kitab ini membantu mengenal cara ulama menjelaskan kosakata, susunan bahasa, dan makna ayat tanpa uraian yang panjang.