﴿وَاَللَّه فَضَّلَ بَعْضكُمْ عَلَى بَعْض فِي الرِّزْق فَمِنْكُمْ غَنِيّ وَفَقِير وَمَالِك وَمَمْلُوك فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا أَيْ الْمَوَالِي بِرَادِّي رِزْقهمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانهمْ أَيْ بِجَاعِلِي مَا رَزَقْنَاهُمْ مِنْ الأموال وغيرها شركة بينهم وبين ممالكيهم فَهُمْ أَيْ الْمَمَالِيك وَالْمَوَالِي فِيهِ سَوَاء شُرَكَاء الْمَعْنَى لَيْسَ لَهُمْ شُرَكَاء مِنْ مَمَالِيكهمْ فِي أَمْوَالهمْ فَكَيْفَ يَجْعَلُونَ بَعْض مَمَالِيك اللَّه شُرَكَاء لَهُ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّه يَجْحَدُونَ﴾ ~ يَكْفُرُونَ حَيْثُ يَجْعَلُونَ له شركاء
٧ -
Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki [maka di antara kamu ada yang kaya, miskin, tuan pemilik, dan hamba sahaya]. Maka orang-orang yang dilebihkan [yaitu para tuan] tidak mau memberikan rezeki mereka kepada hamba sahaya yang mereka miliki [maksudnya tidak menjadikan harta dan lainnya yang Kami rezekikan kepada mereka sebagai persekutuan antara mereka dan hamba sahaya mereka], sehingga mereka [yakni para hamba sahaya dan para tuan] sama-sama [menjadi sekutu] dalam rezeki itu. Maksudnya, mereka tidak mau menjadikan hamba sahaya mereka sebagai sekutu dalam harta mereka, lalu bagaimana mungkin mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba Allah sebagai sekutu bagi-Nya? Apakah mereka mengingkari nikmat Allah? [yakni mengufuri nikmat-Nya dengan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya?]