﴿قَالَ فَإِنْ اتَّبَعْتنِي فَلَا تَسْأَلنِي﴾ وَفِي قِرَاءَة بِفَتْحِ اللَّام وَتَشْدِيد النُّون ﴿عَنْ شَيْء﴾ تُنْكِرهُ مِنِّي فِي عِلْمك وَاصْبِرْ ﴿حَتَّى أُحْدِث لَك مِنْهُ ذِكْرًا﴾ أَيْ أَذْكُرهُ لَك بِعِلَّتِهِ فَقَبِلَ مُوسَى شَرْطه رِعَايَة لِأَدَبِ الْمُتَعَلِّم مَعَ الْعَالِم
٧ -
"Dia berkata, 'Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku'" [dan dalam satu qiraat dibaca dengan memfathahkan huruf lam dan mentasydidkan huruf nun (فَلَا تَسْأَلَنِّي)] "'tentang sesuatu pun'" [yang engkau ingkari dari tindakanku menurut pengetahuanmu, dan bersabarlah] "'sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.'" [yakni aku akan menyebutkan sebab/alasannya kepadamu. Maka Nabi Musa menerima syarat tersebut demi menjaga adab seorang murid terhadap guru].