﴿وَعَدَ اللَّه الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَات لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْض﴾ بَدَلًا عَنْ الْكُفَّار ﴿كَمَا اسْتَخْلَفَ﴾ بِالْبِنَاءِ لِلْفَاعِلِ وَالْمَفْعُول ﴿الَّذِينَ مِنْ قَبْلهمْ﴾ مِنْ بَنِي إسْرَائِيل بَدَلًا عَنْ الْجَبَابِرَة ﴿وَلَيُمَكِّنَن لَهُمْ دِينهمْ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ﴾ وَهُوَ الْإِسْلَام بِأَنْ يُظْهِرهُ عَلَى جَمِيع الْأَدْيَان وَيُوَسِّع لَهُمْ فِي الْبِلَاد فَيَمْلِكُوهَا ﴿وَلَيُبَدِّلَنهُمْ﴾ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد ﴿مِنْ بَعْد خَوْفهمْ﴾ مِنْ الْكُفَّار ﴿أَمْنًا﴾ وَقَدْ أَنْجَزَ اللَّه وَعْده لَهُمْ بِمَا ذُكِرَ وَأَثْنَى عَلَيْهِمْ بقوله ﴿يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا﴾ هُوَ مُسْتَأْنَف فِي حُكْم التَّعْلِيل ﴿وَمَنْ كَفَرَ بَعْد ذَلِكَ﴾ الْإِنْعَام مِنْهُمْ بِهِ ﴿فَأُولَئِكَ هُمْ الْفَاسِقُونَ﴾ وَأَوَّل مَنْ كَفَرَ بِهِ قَتَلَة عُثْمَان ﵁ فَصَارُوا يَقْتَتِلُونَ بَعْد أَنْ كَانُوا إخْوَانًا
٥ -
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi [sebagai pengganti orang-orang kafir], sebagaimana Dia telah menjadikan [dibaca bentuk aktif 'istakhlafa' atau pasif 'ustukhlifa'] orang-orang sebelum mereka [yaitu dari Bani Israil sebagai pengganti kaum penguasa yang zalim] berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka [yaitu agama Islam, dengan cara memenangkannya atas seluruh agama dan melapangkan bagi mereka wilayah-wilayah sehingga mereka menguasainya], dan Dia benar-benar akan mengubah [dapat dibaca 'walayubdilannahum' atau 'walayubaddilannahum'] keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan [dari orang-orang kafir], menjadi aman sentosa. [Sungguh Allah telah menepati janji-Nya kepada mereka dengan apa yang telah disebutkan, dan Dia memuji mereka dengan firman-Nya:] Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Ku [kalimat ini adalah kalimat baru yang berfungsi sebagai alasan]. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu [sesudah kenikmatan dari-Nya tersebut], maka mereka itulah orang-orang yang fasik. [Dan orang pertama yang ingkar terhadap nikmat ini adalah para pembunuh Usman r.a., sehingga mereka saling membunuh setelah sebelumnya saling bersaudara].