Tafsir Al-Jalalayn
﴿إلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات﴾ مِنْ الشُّعَرَاء ﴿وَذَكَرُوا اللَّه كَثِيرًا﴾ لَمْ يَشْغَلهُمْ الشِّعْر عَنْ الذِّكْر ﴿وَانْتَصَرُوا﴾ بِهَجْوِهِمْ الْكُفَّار ﴿مِنْ بَعْد مَا ظُلِمُوا﴾ بِهَجْوِ الْكُفَّار لَهُمْ فِي جُمْلَة الْمُؤْمِنِينَ فَلَيْسُوا مَذْمُومِينَ قَالَ اللَّه تَعَالَى ﴿لَا يُحِبّ اللَّه الْجَهْر بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْل إلَّا مَنْ ظُلِمَ﴾ وَقَالَ تَعَالَى ﴿فَمَنْ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ﴾ ﴿وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا﴾ مِنْ الشُّعَرَاء وَغَيْرهمْ ﴿أَيّ مُنْقَلَب﴾ مَرْجِع ﴿يَنْقَلِبُونَ﴾ يَرْجِعُونَ بَعْد الْمَوْت
Kecuali orang-orang [dari kalangan penyair] yang beriman dan beramal saleh dan banyak mengingat Allah [syair tidak melalaikan mereka dari berzikir] serta membela diri [dengan menyindir/mencela balik orang-orang kafir] sesudah mereka dizalimi [akibat celaan orang-orang kafir kepada mereka beserta kaum mukmin seluruhnya, maka mereka tidaklah tercela. Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terang-terangan kecuali oleh orang yang dizalimi" dan Allah Ta'ala berfirman, "Oleh sebab itu, barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadapmu"]. Dan orang-orang yang zalim [dari kalangan penyair dan selain mereka] kelak akan mengetahui ke tempat mana [ke mana tempat kembali] mereka akan kembali [kembali setelah kematian].