قَالَ ﴿لَأُعَذِّبَنهُ عَذَابًا﴾ تَعْذِيبًا ﴿شَدِيدًا﴾ بِنَتْفِ رِيشه وَذَنَبه وَرَمْيه فِي الشَّمْس فَلَا يَمْتَنِع مِنْ الْهَوَامّ ﴿أَوْ لَأَذْبَحَنهُ﴾ بِقَطْعِ حُلْقُومه ﴿أَوْ لَيَأْتِيَنِّي﴾ بِنُونٍ مُشَدَّدَة مَكْسُورَة أَوْ مَفْتُوحَة يَلِيهَا نُون مَكْسُورَة ﴿بِسُلْطَانٍ مُبِين﴾ بِبُرْهَانٍ بَيِّن ظَاهِر عَلَى عذره
٢ -
[Sulaiman] berkata, "Pasti akan kuhukum dia [dengan hukuman] yang keras [yaitu dengan mencabut bulu dan ekornya lalu mencampakkannya ke terik matahari sehingga ia tidak dapat melindungi diri dari serangga tanah], atau pasti kuhukum mati dia [dengan memotong tenggorokannya], atau sungguh dia benar-benar datang kepadaku [dibaca dengan nun bertasydid yang dibaca kasrah atau fathah yang diiringi nun berharakat kasrah] membawa alasan yang jelas [yakni bukti yang terang dan nyata atas keuzurannya]." [2 -]