Tafsir Al-Jalalayn
﴿بل﴾ بمعنى هل ﴿أدرك﴾ وزن أكرم وفي قراء ة أخرى بِتَشْدِيدِ الدَّال وَأَصْله تَدَارَكَ أُبْدِلَتْ التَّاء دَالًا وَأُدْغِمَتْ فِي الدَّال وَاجْتُلِبَتْ هَمْزَة الْوَصْل أَيْ بَلَغَ وَلَحِقَ أَوْ تَتَابَعَ وَتَلَاحَقَ ﴿عِلْمهمْ فِي الْآخِرَة﴾ أَيْ بِهَا حَتَّى سَأَلُوا عَنْ وَقْت مَجِيئِهَا لَيْسَ الْأَمْر كَذَلِكَ ﴿بَلْ هُمْ فِي شَكّ مِنْهَا بَلْ هُمْ مِنْهَا عَمُونَ﴾ مِنْ عَمَى الْقَلْب وَهُوَ أَبْلَغ مِمَّا قَبْله وَالْأَصْل عَمَيُونَ اُسْتُثْقِلَتْ الضَّمَّة عَلَى الْيَاء فَنُقِلَتْ إلَى الْمِيم بَعْد حَذْف كَسْرَتهَا ٦ -
Bahkan [bermakna "apakah"] telah sampai [mengikuti wazan 'akrama'. Dan dalam qiraat yang lain dibaca dengan tasydid pada huruf dal (addaraka), yang asalnya 'tadaraka', lalu huruf ta' diganti menjadi dal dan diidgamkan ke dalam dal, serta didatangkan hamzah wasal, yang berarti: telah sampai dan menyusul, atau berturut-turut dan saling menyusul] pengetahuan mereka tentang akhirat [yaitu tentangnya, sehingga mereka bertanya tentang waktu kedatangannya. Namun urusannya tidaklah demikian], bahkan mereka ragu-ragu tentangnya, bahkan mereka buta darinya [dari kebutaan hati, dan ini lebih mendalam daripada sebelumnya. Asal katanya adalah 'amiyuna', harakat dammah terasa berat pada huruf ya', lalu dipindahkan ke huruf mim setelah harakat kasrahnya dihapus]. 6 -