﴿وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ﴾ أَيْ الشِّرْك ﴿فَكُبَّتْ وُجُوههمْ فِي النَّار﴾ بِأَنْ وَلِيَتْهَا وَذُكِرَتْ الْوُجُوه لِأَنَّهَا مَوْضِع الشَّرَف مِنْ الْحَوَاسّ فَغَيْرهَا مِنْ بَاب أَوْلَى وَيُقَال لَهُمْ تَبْكِيتًا ﴿هَلْ﴾ مَا ﴿تُجْزَوْنَ إلَّا﴾ جَزَاء ﴿مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ﴾ مِنْ الشِّرْك وَالْمَعَاصِي قُلْ لَهُمْ
٩ -
Dan barangsiapa yang membawa kejahatan [yakni kesyirikan], maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka [dengan mendahulukannya. Disebutkan bagian muka karena muka merupakan bagian yang paling mulia dari panca indra, maka bagian tubuh lainnya tentu lebih utama lagi untuk disungkurkan. Dan dikatakan kepada mereka sebagai kecaman], "Tiadakah [tidaklah] kamu dibalasi melainkan [balasan atas] apa yang dahulu kamu kerjakan?" [berupa kesyirikan dan kemaksiatan. Katakanlah kepada mereka].