Tafsir Al-Jalalayn
﴿قل﴾ يا محمد لقومك ﴿أؤنبئكم﴾ أُخْبِركُمْ ﴿بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ﴾ الْمَذْكُور مِنْ الشَّهَوَات اسْتِفْهَام تَقْرِير ﴿لِلَّذِينَ اتَّقَوْا﴾ الشِّرْك ﴿عِنْد رَبّهمْ﴾ خَبَر مُبْتَدَؤُهُ ﴿جَنَّات تَجْرِي مِنْ تَحْتهَا الْأَنْهَار خَالِدِينَ﴾ أَيْ مُقَدَّرِينَ الْخُلُود ﴿فِيهَا﴾ إذَا دَخَلُوهَا ﴿وَأَزْوَاج مُطَهَّرَة﴾ مِنْ الْحَيْض وَغَيْره مِمَّا يُسْتَقْذَر ﴿وَرِضْوَان﴾ بِكَسْرِ أَوَّله وَضَمّه لُغَتَانِ أَيْ رِضًا كَثِير ﴿مِنْ اللَّه وَاَللَّه بَصِير﴾ عَالِم ﴿بِالْعِبَادِ﴾ فَيُجَازِي كُلًّا مِنْهُمْ بِعَمَلِهِ ١ -
[Katakanlah,] wahai Muhammad kepada kaummu: ["Inginkah aku kabarkan] memberitahukan [kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?"] yaitu dari apa yang telah disebutkan berupa kesenangan-kesenangan duniawi; bentuk kalimat tanya ini mengandung penegasan (*istifham taqrir*). [Bagi orang-orang yang bertakwa] dari perbuatan syirik [di sisi Rabb mereka] menjadi khabar yang mubtada-nya adalah [surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal] yakni ditakdirkan kekal [di dalamnya] jika mereka telah memasukinya, [dan pasangan-pasangan yang disucikan] dari haid dan kotoran lainnya [serta keridaan] dengan kasrah atau dammah pada huruf pertama (*ridwan*/*rudwan*), keduanya adalah dua dialek bahasa, artinya keridaan yang besar [dari Allah. Dan Allah Maha Melihat] Maha Mengetahui [akan hamba-hamba-Nya.] Maka Dia akan membalas setiap dari mereka sesuai dengan perbuatannya.