Tafsir Al-Jalalayn
﴿سَنُلْقِي فِي قُلُوب الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْب﴾ بِسُكُونِ الْعِين وَضَمّهَا الْخَوْف وَقَدْ عَزَمُوا بَعْد ارْتِحَالهمْ مِنْ أُحُد عَلَى الْعَوْد وَاسْتِئْصَال الْمُسْلِمِينَ فَرَعَبُوا وَلَمْ يَرْجِعُوا ﴿بِمَا أَشْرَكُوا﴾ بِسَبَبِ إشْرَاكهمْ ﴿بِاَللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّل بِهِ سُلْطَانًا﴾ حُجَّة عَلَى عِبَادَته وَهُوَ الْأَصْنَام ﴿وَمَأْوَاهُمْ النَّار وَبِئْسَ مَثْوَى﴾ مَأْوَى ﴿الظَّالِمِينَ﴾ الْكَافِرِينَ هِيَ ١٥ -
Kelak akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut [dibaca dengan sukun huruf 'ain (*ar-ru'b*) atau dhammadh (*ar-ru'ub*), artinya rasa takut. Dan sungguh mereka setelah berangkat meninggalkan Uhud bertekad untuk kembali dan membasmi umat Islam secara total, lalu mereka dilanda rasa takut sehingga tidak jadi kembali] disebabkan mereka menyekutukan [dengan sebab kemusyrikan mereka] Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan [alasan/hujjah untuk menyembahnya, yaitu berhala-berhala] tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal [tempat kembali] bagi orang-orang yang zalim [orang-orang kafir].