Tafsir Al-Jalalayn
﴿مَا كَانَ اللَّه لِيَذَر﴾ لِيَتْرُك ﴿الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ﴾ أَيّهَا النَّاس ﴿عَلَيْهِ﴾ مِنْ اخْتِلَاط الْمُخْلِص بِغَيْرِهِ ﴿حَتَّى يَمِيز﴾ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد يَفْصِل ﴿الْخَبِيث﴾ الْمُنَافِق ﴿مِنْ الطَّيِّب﴾ الْمُؤْمِن بِالتَّكَالِيفِ الشَّاقَّة الْمُبَيِّنَة لِذَلِكَ فَفَعَلَ ذَلِكَ يَوْم أُحُد ﴿وَمَا كَانَ اللَّه لِيُطْلِعكُمْ عَلَى الْغَيْب﴾ فَتَعْرِفُوا الْمُنَافِق مِنْ غَيْره قَبْل التَّمْيِيز ﴿وَلَكِنَّ اللَّه يَجْتَبِي﴾ يَخْتَار ﴿مِنْ رُسُله مَنْ يَشَاء﴾ فَيُطْلِعهُ عَلَى غَيْبه كَمَا أَطْلَعَ النَّبِيّ ﷺ عَلَى حَال الْمُنَافِقِينَ ﴿فَآمِنُوا بِاَللَّهِ وَرُسُله وإن تؤمنوا وتتقوا﴾ النفاق ﴿فلكم أجر عظيم﴾ ١٨ -
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan [meninggalkan] orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu [wahai manusia] berada di dalamnya [berupa bercampurnya orang yang ikhlas dengan selainnya], sehingga Dia memisahkan [dapat dibaca dengan takhfif (yamiza) atau tasydid (yumayyiza), artinya memisahkan] yang buruk [orang munafik] dari yang baik [orang mukmin melalui beban-beban syariat yang berat yang menjelaskan hal itu, lalu Allah melakukan hal itu pada hari perang Uhud]. Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib [sehingga kamu dapat mengetahui orang munafik dari yang selainnya sebelum terjadinya pemisahan itu], akan tetapi Allah memilih [menyeleksi] siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya [lalu Dia memperlihatkan kepadanya sebagian hal gaib-Nya sebagaimana Dia telah memperlihatkan kepada Nabi ﷺ keadaan orang-orang munafik]. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa [dari kemunafikan], maka bagimu pahala yang besar.