Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبّهمْ﴾ دُعَاءَهُمْ ﴿أَنِّي﴾ أَيْ بِأَنِّي ﴿لَا أُضِيع عَمَل عَامِل مِنْكُمْ مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى بَعْضكُمْ﴾ كَائِن ﴿مِنْ بَعْض﴾ أَيْ الذُّكُور مِنْ الْإِنَاث وَبِالْعَكْسِ وَالْجُمْلَة مُؤَكِّدَة لِمَا قَبْلهَا أَيْ هُمْ سَوَاء فِي الْمُجَازَاة بِالْأَعْمَالِ وَتَرْك تَضْيِيعهَا نَزَلَتْ لَمَّا قَالَتْ أُمّ سَلَمَة يَا رَسُول اللَّه إنِّي لَا أَسْمَع ذِكْر النِّسَاء فِي الْهِجْرَة بِشَيْءٍ ﴿فَاَلَّذِينَ هَاجَرُوا﴾ مِنْ مَكَّة إلَى الْمَدِينَة ﴿وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارهمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي﴾ دِينِي ﴿وَقَاتَلُوا﴾ الْكُفَّار ﴿وَقُتِلُوا﴾ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد وَفِي قِرَاءَة بِتَقْدِيمِهِ ﴿لَأُكَفِّرَن عَنْهُمْ سَيِّئَاتهمْ﴾ أَسْتُرهَا بِالْمَغْفِرَةِ ﴿وَلَأُدْخِلَنهُمْ جَنَّات تَجْرِي مِنْ تَحْتهَا الْأَنْهَار ثَوَابًا﴾ مَصْدَر مِنْ مَعْنَى لَأُكَفِّرَن مُؤَكِّد لَهُ ﴿مِنْ عِنْد اللَّه﴾ فِيهِ الْتِفَات عَنْ التَّكَلُّم ﴿وَاَللَّه عِنْده حُسْن الثَّوَاب﴾ الْجَزَاء ١٩ -
Maka Tuhan mereka memperkenankan bagi mereka [doa mereka], "Sesungguhnya Aku [yakni bahwasanya Aku] tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian kamu [adalah] dari sebagian yang lain [yakni laki-laki berasal dari perempuan dan sebaliknya. Kalimat ini menguatkan kalimat sebelumnya, artinya mereka sama dalam hal pembalasan amal dan tidak disia-siakannya amal tersebut. Ayat ini turun ketika Ummu Salamah berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mendengar kaum perempuan disebut-sebut sedikit pun dalam hal hijrah']." Maka orang-orang yang berhijrah [dari Makkah ke Madinah] dan yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku [yaitu agama-Ku], yang berperang [melawan orang-orang kafir] dan yang dibunuh [dibaca dengan takhfif (qutiluu) dan tasydid (quttiluu), dan dalam satu qiraat dibaca dengan mendahulukannya (wa qutiluu wa qaataluu)], pastilah akan Aku hapus kesalahan-kesalahan mereka [Aku menutupinya dengan ampunan] dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala [merupakan masdar dari makna 'la-ukaffiranna' sebagai penguat baginya] di sisi Allah [di dalamnya terdapat iltifat (peralihan sudut pandang) dari kata ganti orang pertama menjadi orang ketiga]. Dan Allah di sisi-Nya ada pahala yang baik [yaitu balasan yang baik]. 19 -