Tafsir Al-Jalalayn
﴿فِيهِ آيَات بَيِّنَات﴾ مِنْهَا ﴿مَقَام إبْرَاهِيم﴾ أَيْ الْحَجَر الَّذِي قَامَ عَلَيْهِ عِنْد بِنَاء الْبَيْت فَأَثَر قَدَمَاهُ فِيهِ وَبَقِيَ إلَى الْآن مَعَ تَطَاوُل الزَّمَان وَتَدَاوُل الْأَيْدِي عَلَيْهِ وَمِنْهَا تَضْعِيف الْحَسَنَات فِيهِ وَأَنَّ الطَّيْر لَا يَعْلُوهُ ﴿وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا﴾ لَا يُتَعَرَّض إلَيْهِ بِقَتْلٍ أَوْ ظُلْم أَوْ غَيْر ذَلِكَ ﴿وَلِلَّهِ عَلَى النَّاس حِجّ الْبَيْت﴾ وَاجِب بِكَسْرِ الْحَاء وَفَتْحهَا لُغَتَانِ فِي مَصْدَر حَجَّ قَصَدَ وَيُبْدَل مِنْ النَّاس ﴿مَنْ اسْتَطَاعَ إلَيْهِ سَبِيلًا﴾ طَرِيقًا فَسَّرَهُ ﷺ بِالزَّادِ وَالرَّاحِلَة رَوَاهُ الْحَاكِم وَغَيْره ﴿وَمَنْ كَفَرَ﴾ بِاَللَّهِ أَوْ بِمَا فَرَضَهُ مِنْ الْحَجّ ﴿فَإِنَّ اللَّه غَنِيّ عَنْ الْعَالَمِينَ﴾ الْإِنْس وَالْجِنّ وَالْمَلَائِكَة وَعَنْ عِبَادَتهمْ ٩ -
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, [di antaranya adalah] Maqam Ibrahim; [yaitu batu tempat beliau berdiri ketika membangun Baitullah, lalu bekas kedua telapak kaki beliau membekas padanya dan tetap ada hingga sekarang meskipun waktu telah lama berlalu dan banyak tangan yang menyentuhnya. Di antaranya pula adalah dilipatgandakannya kebaikan di dalamnya, dan bahwa burung tidak terbang di atasnya.] Barang siapa memasukinya, amanlah dia [tidak boleh diganggu dengan pembunuhan, kezaliman, atau selain itu]. Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah [hukumnya wajib. Lafal 'hijj' dibaca dengan kasrah pada huruf ha (hijj) atau fathah (hajj), keduanya merupakan dua dialek dalam bentuk masdar dari kata 'hajja' yang berarti bermaksud. Dan kata 'man' (barang siapa) menjadi badal (pengganti) dari kata 'an-naas' (manusia):] yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana [yakni jalan menuju ke sana. Nabi ﷺ menafsirkannya dengan bekal dan kendaraan, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hakim dan lainnya]. Barang siapa mengingkari [kepada Allah atau mengingkari kewajiban haji yang difardukan-Nya,] maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam [baik manusia, jin, malaikat, maupun dari ibadah mereka].