Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَان الْحِكْمَة﴾ مِنْهَا الْعِلْم وَالدِّيَانَة وَالْإِصَابَة فِي الْقَوْل وَحِكَمه كَثِيرَة مَأْثُورَة كَانَ يُفْتِي قَبْل بَعْثَة دَاوُد وَأَدْرَكَ بَعْثَته وَأَخَذَ عَنْهُ الْعِلْم وَتَرَك الْفُتْيَا وَقَالَ فِي ذَلِكَ أَلَا أَكْتَفِي إذَا كَفَيْت وَقِيلَ لَهُ أَيْ النَّاس شَرّ قَالَ الَّذِي لَا يُبَالِي إنْ رَآهُ النَّاس مُسِيئًا ﴿أَنْ﴾ أَيْ وَقُلْنَا لَهُ أَنْ ﴿اُشْكُرْ لِلَّهِ﴾ عَلَى مَا أَعْطَاك مِنْ الْحِكْمَة ﴿وَمَنْ يَشْكُر فَإِنَّمَا يَشْكُر لِنَفْسِهِ﴾ لِأَنَّ ثَوَاب شُكْره لَهُ ﴿وَمَنْ كَفَرَ﴾ النِّعْمَة ﴿فَإِنَّ اللَّه غَنِيّ﴾ عَنْ خَلْقه ﴿حَمِيد﴾ مَحْمُود فِي صنعه ١ - ﴿وَ﴾ اُذْكُرْ ﴿إِذْ قَالَ لُقْمَان لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظهُ يَا بُنَيّ﴾ تَصْغِير إشْفَاق ﴿لَا تُشْرِك بِاَللَّهِ إنَّ الشِّرْك﴾ بِاَللَّهِ ﴿لَظُلْم عَظِيم﴾ فَرَجَعَ إليه وأسلم ١ -
Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman [di antaranya ilmu, pemahaman agama, ketepatan dalam berucap, dan hikmah-hikmahnya sangat banyak serta diriwayatkan; beliau pernah memberi fatwa sebelum diutusnya Nabi Daud, lalu mendapati masa kerasulannya dan menimba ilmu darinya serta berhenti memberi fatwa seraya berkata mengenai hal itu, "Bukankah aku cukup tenang ketika tugas ini telah diemban oleh orang lain?" Dan pernah ditanyakan kepadanya, "Siapakah manusia yang paling buruk?" Beliau menjawab, "Orang yang tidak peduli jika manusia melihatnya berbuat keburukan"], [dan Kami perintahkan kepadanya,] "Bersyukurlah kepada Allah [atas hikmah yang telah diberikan kepadamu]! Dan barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri [karena pahala kesyukurannya kembali kepada dirinya]; dan barang siapa ingkar [terhadap nikmat-Nya], maka sesungguhnya Allah Mahakaya [tidak membutuhkan makhluk-Nya] lagi Maha Terpuji [terpuji dalam setiap perbuatan-Nya]." Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia menasihatinya, "Wahai anakku! [bentuk tasghir sebagai ungkapan kasih sayang] Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar." [Maka anaknya kembali kepadanya dan masuk Islam].