﴿وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْض مِنْ شَجَرَة أَقْلَام وَالْبَحْر﴾ عَطْف عَلَى اسْم أَنَّ ﴿يَمُدّهُ مِنْ بَعْده سَبْعَة أَبْحُر﴾ مِدَادًا ﴿مَا نَفِدَتْ كَلِمَات اللَّه﴾ الْمُعَبَّر بِهَا عَنْ مَعْلُومَاته بِكَتْبِهَا بِتِلْكَ الْأَقْلَام بِذَلِكَ الْمِدَاد وَلَا بِأَكْثَر مِنْ ذَلِكَ لِأَنَّ مَعْلُومَاته تَعَالَى غَيْر مُتَنَاهِيَة ﴿أَنَّ اللَّه عَزِيز﴾ لَا يُعْجِزهُ شَيْء ﴿حَكِيم﴾ لَا يَخْرُج شَيْء عَنْ عِلْمه وَحِكْمَته
٢ -
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut [di-`atha`-kan pada *Isim Anna*] ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudahnya [sebagai tinta], niscaya tidak akan habis kalimat-kalimat Allah [yang mengekspresikan ilmu pengetahuan-Nya walaupun ditulis dengan pena-pena tersebut dan tinta-tinta itu, bahkan walau ditambahkan lebih banyak lagi dari itu, karena sesungguhnya ilmu pengetahuan Allah Taala tidak terbatas]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa [tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya] lagi Maha Bijaksana [tidak ada sesuatu pun yang keluar dari ilmu dan hikmah-Nya].