﴿أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّه صَدْره لِلْإِسْلَامِ﴾ فَاهْتَدَى ﴿فَهُوَ عَلَى نُور مِنْ رَبّه﴾ كَمَنْ طُبِعَ عَلَى قَلْبه دَلَّ عَلَى هَذَا ﴿فَوَيْل﴾ كَلِمَة عَذَاب ﴿لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبهمْ مِنْ ذِكْر اللَّه﴾ أَيْ عَنْ قَبُول الْقُرْآن ﴿أُولَئِكَ فِي ضَلَال مُبِين﴾ بَيِّن
٢ -
Maka apakah orang yang dilapangkan Allah dadanya untuk [menerima] Islam [lalu ia mendapat petunjuk], maka ia mendapat cahaya dari Tuhannya [sama dengan orang yang dikunci mati hatinya? Hal ini diisyaratkan oleh kalimat berikutnya]. Maka kecelakaan yang besarlah [kalimat siksaan] bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah [yakni dari menerima Al-Qur'an]. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata [yang jelas].