Tafsir Al-Jalalayn
﴿قُلْ أَفَغَيْر اللَّه تَأْمُرُونِّي أَعْبُد أَيّهَا الْجَاهِلُونَ﴾ غَيْر مَنْصُوب بِأَعْبُد الْمَعْمُول لِتَأْمُرُونِّي بِتَقْدِيرِ أَنْ بِنُونٍ وَاحِدَة وَبِنُونَيْنِ بِإِدْغَامٍ وَفَكّ ٦ -
Katakanlah, "Maka apakah selain Allah yang kamu suruh aku menyembahnya, hai orang-orang yang bodoh?" [Lafaz 'ghayra' dibaca manshub oleh lafaz 'a'budu' yang berkedudukan sebagai ma'mul bagi lafaz 'ta'murūnī' dengan memperkirakan adanya 'an' (yaitu: ta'murūnī an a'buda); dibaca dengan satu nun, atau dengan dua nun secara idgham maupun tanpa idgham].