Tafsir Al-Jalalayn
﴿أمن﴾ بتخفيف الميم ﴿هُوَ قَانِت﴾ قَائِم بِوَظَائِف الطَّاعَات ﴿آنَاء اللَّيْل﴾ سَاعَاته ﴿سَاجِدًا وَقَائِمًا﴾ فِي الصَّلَاة ﴿يَحْذَر الْآخِرَة﴾ أي يخاف عذابها ﴿ويرجوا رَحْمَة﴾ جَنَّة ﴿رَبّه﴾ كَمَنْ هُوَ عَاصٍ بِالْكُفْرِ أو غيره وَفِي قِرَاءَة أَمْ مَنْ فَأَمْ بِمَعْنَى بَلْ والهمزة ﴿قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَاَلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ﴾ أَيْ لَا يَسْتَوِيَانِ كَمَا لَا يَسْتَوِي العالم والجاهل ﴿إنما يتذكر﴾ يتعظ ﴿أولوا الْأَلْبَاب﴾ أَصْحَاب الْعُقُول ١ -
Apakah orang [dengan meringankan huruf mim (am-man)] yang beribadah [senantiasa menjalankan kewajiban ketaatan] di waktu-waktu malam [jam-jamnya] dengan sujud dan berdiri [dalam salat], karena takut kepada azab akhirat [artinya takut akan azabnya] dan mengharapkan rahmat [surga] Tuhannya [sama dengan orang yang bermaksiat dengan kekafiran atau lainnya? Dan dalam satu qira'at dibaca 'am man' dengan tasydid, maka 'am' di sini bermakna 'bal' (bahkan) dan hamzah istifham], Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" [artinya, keduanya tidak sama sebagaimana tidak samanya orang yang berilmu dengan orang yang bodoh]. Hanya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran [mengambil nasihat/pelajaran] yang memiliki akal sehat [orang-orang yang berakal]. 1 -