MUKADDIMAH
= ٤٤ سورة الدخان
= 44 Surah Ad-Dukhan [Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang]
﴿حم﴾ اللَّه أَعْلَم بِمُرَادِهِ بِهِ
Haa Miim. [Allah lebih mengetahui maksud-Nya dengan lafaz ini].
﴿وَالْكِتَاب﴾ الْقُرْآن ﴿الْمُبِين﴾ الْمُظْهِر الْحَلَال مِنْ الْحَرَام
Demi Kitab [Al-Qur'an] yang menerangkan [yang menjelaskan perkara yang halal dari yang haram].
﴿إنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَة مُبَارَكَة﴾ هِيَ لَيْلَة الْقَدْر أَوْ لَيْلَة النِّصْف مِنْ شَعْبَان نَزَلَ فِيهَا مِنْ أُمّ الْكِتَاب مِنْ السَّمَاء السَّابِعَة إلَى سَمَاء الدُّنْيَا ﴿إنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ﴾ مُخَوِّفِينَ به
Sungguh, Kami telah menurunakannya pada malam yang diberkahi [yaitu Malam Lailatulqadar atau malam pertengahan bulan Sya'ban; Al-Qur'an diturunkan pada malam itu dari Ummul Kitab di langit ketujuh ke langit dunia]. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan [menakut-nakuti dengannya].
﴿فِيهَا﴾ أَيْ فِي لَيْلَة الْقَدْر أَوْ لَيْلَة النِّصْف مِنْ شَعْبَان ﴿يُفْرَق﴾ يُفْصَل ﴿كُلّ أَمْر حَكِيم﴾ مُحَكَّم مِنْ الْأَرْزَاق وَالْآجَال وَغَيْرهمَا الَّتِي تَكُون فِي السَّنَة إلَى مِثْل تِلْكَ اللَّيْلَة
Pada malam itu [yakni pada malam Lailatulqadar atau malam pertengahan bulan Sya'ban] dijelaskan [ditetapkan secara terperinci] segala urusan yang penuh hikmah [yang telah dikukuhkan, baik berupa rezeki, ajal, maupun perkara lainnya yang terjadi dalam kurun satu tahun hingga malam yang sama di tahun berikutnya].
﴿أَمْرًا﴾ فَرْقًا ﴿مِنْ عِنْدنَا إنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ﴾ الرُّسُل مُحَمَّدًا وَمَنْ قَبْله
[sebagai] urusan [yang ditetapkan] dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus [rasul-rasul, yaitu Muhammad dan orang-orang sebelum beliau].
﴿رَحْمَة﴾ رَأْفَة بِالْمُرْسَلِ إلَيْهِمْ ﴿مِنْ رَبّك إنَّهُ هو السميع﴾ لأقوالهم ﴿العليم﴾ بأفعالهم
sebagai rahmat [yaitu kasih sayang kepada orang-orang yang diutus kepada mereka] dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar [terhadap perkataan-perkataan mereka] lagi Maha Mengetahui [terhadap perbuatan-perbuatan mereka].
﴿رب السماوات وَالْأَرْض وَمَا بَيْنهمَا﴾ بِرَفْعِ رَبّ خَبَر ثَالِث وَبِجَرِّهِ بَدَل مِنْ رَبّك ﴿إنْ كُنْتُمْ﴾ يَا أَهْل مَكَّة ﴿مُوقِنِينَ﴾ بِأَنَّهُ تَعَالَى رَبّ السَّمَاوَات والأرض فأيقنوا بأن محمدا رسوله
[Dia adalah] Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya [dibaca rafa' 'Rabb' sebagai khabar ketiga, dan dibaca jar sebagai badal dari 'Rabbika']. Jika kamu [wahai penduduk Makkah] adalah orang-orang yang meyakini [bahwa Allah Ta'ala adalah Tuhan langit dan bumi, maka yakinilah bahwa Muhammad adalah utusan-Nya].
﴿لا إله إلا هو يحيي ويميت ربكم ورب آبائكم الأولين﴾
Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu.
﴿بَلْ هُمْ فِي شَكّ﴾ مِنْ الْبَعْث ﴿يَلْعَبُونَ﴾ اسْتِهْزَاء بِك يَا مُحَمَّد فَقَالَ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عليهم بسبع كسبع يوسف
١ -
Bahkan mereka dalam keraguan [mengenai hari kebangkitan] lagi bermain-main [sebagai bentuk olok-olok kepadamu wahai Muhammad. Maka Nabi berdoa, "Ya Allah, tolonglah aku menghadapi mereka dengan tujuh tahun kelaparan sebagaimana tujuh tahun masa Yusuf"].
قال تعالى ﴿فَارْتَقِبْ يَوْم تَأْتِي السَّمَاء بِدُخَانٍ مُبِين﴾ فَأَجْدَبَتْ الْأَرْض وَاشْتَدَّ بِهِمْ الْجُوع إلَى أَنْ رَأَوْا مِنْ شِدَّته كَهَيْئَةِ الدُّخَان بَيْن السَّمَاء وَالْأَرْض
١ -
[Allah Ta'ala berfirman:] "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata." [Maka bumi menjadi tandus dan kelaparan menjadi sangat hebat menimpa mereka hingga karena sangat hebatnya mereka melihat seperti bentuk kabut antara langit dan bumi].
﴿يَغْشَى النَّاس﴾ فَقَالُوا ﴿هَذَا عَذَاب أَلِيم﴾
١ -
yang meliputi manusia [lalu mereka berkata], "Ini adalah azab yang pedih."
﴿رَبّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَاب إنَّا مُؤْمِنُونَ﴾ مُصَدِّقُونَ نَبِيّك
١ -
"Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang beriman" [yang membenarkan Nabi-Mu].
قال تعالى ﴿أَنَّى لَهُمْ الذِّكْرَى﴾ أَيْ لَا يَنْفَعهُمْ الْإِيمَان عِنْد نُزُول الْعَذَاب ﴿وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُول مُبِين﴾ بين الرسالة
١ -
[Allah Ta'ala berfirman:] "Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan [yakni tidak berguna lagi iman bagi mereka ketika azab turun], padahal telah datang kepada mereka seorang Rasul yang memberi penjelasan [yang menjelaskan risalah]?"
﴿ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّم﴾ أَيْ يُعَلِّمهُ القرآن بشر ﴿مجنون﴾
١ -
kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, "Dia adalah orang yang menerima ajaran" [yaitu dia diajarkan Al-Qur'an oleh seorang manusia] "lagi gila".
﴿إنَّا كَاشِفُوا الْعَذَاب﴾ أَيْ الْجُوع عَنْكُمْ زَمَنًا ﴿قَلِيلًا﴾ فَكَشَفَ عَنْهُمْ ﴿إنَّكُمْ عَائِدُونَ﴾ إلَى كُفْركُمْ فعادوا إليه
١ -
"Sesungguhnya Kami akan mengangkat azab itu [yaitu kelaparan dari kalian untuk jangka waktu] yang sebentar [maka azab itu diangkat dari mereka]; sesungguhnya kamu akan kembali [kepada kekafiran kalian]." [Lalu mereka pun kembali kepada kekafiran tersebut].
اُذْكُرْ ﴿يَوْم نَبْطِش الْبَطْشَة الْكُبْرَى﴾ هُوَ يَوْم بدر ﴿إنا منتقمون﴾ منهم والبطش الأخذ بقوة
١ -
[Ingatlah] hari [ketika] Kami menghantam dengan hantaman yang keras [yaitu pada hari Perang Badar]. Sungguh, Kami adalah Yang memberi balasan [kepada mereka; dan *al-bathsy* artinya menindak dengan keras].
﴿وَلَقَدْ فَتَنَّا﴾ بَلَوْنَا ﴿قَبْلهمْ قَوْم فِرْعَوْن﴾ مَعَهُ ﴿وَجَاءَهُمْ رَسُول﴾ هُوَ مُوسَى ﵇ ﴿كَرِيم﴾ عَلَى اللَّه تَعَالَى
١ -
Dan sungguh, Kami telah menguji [menguji] sebelum mereka kaum Firaun [bersamanya] dan telah datang kepada mereka seorang rasul [yaitu Musa a.s.] yang mulia [di sisi Allah Ta'ala]. 1 -
﴿أَنْ﴾ أَيْ بِأَنْ ﴿أَدُّوا إلَيَّ﴾ مَا أَدْعُوكُمْ إلَيْهِ مِنْ الْإِيمَان أَيْ أَظْهِرُوا إيمَانكُمْ لِي يَا ﴿عِبَاد اللَّه إنِّي لَكُمْ رَسُول أَمِين﴾ عَلَى مَا أُرْسِلْت بِهِ
١ -
[Bahwa] [yakni dengan mengatakan]: "Serahkanlah kepadaku" [apa yang aku serukan kepada kalian berupa keimanan, maksudnya: tampakkanlah keimanan kalian kepadaku, wahai] hamba-hamba Allah. Sesungguhnya aku adalah seorang utusan yang tepercaya bagi kalian [atas apa yang diutus bersamaku].
﴿وَأَنْ لَا تَعْلُوا﴾ تَتَجَبَّرُوا ﴿عَلَى اللَّه﴾ بِتَرْكِ طَاعَته ﴿إنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ﴾ بُرْهَان ﴿مُبِين﴾ بَيِّن على رسالتي فتوعدوه بالرجم
٢ -
"dan janganlah kamu menyombongkan diri [berlaku sombong] terhadap Allah [dengan meninggalkan ketaatan kepada-Nya]. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti [hujah/bukti yang nyata] yang nyata [yang jelas atas kerasulanku. Lalu mereka mengancamnya dengan rajam/pelemparan batu]."
فقال ﴿وإني عذت بربي وربكم أن ترجمون﴾ بالحجارة
٢ -
Maka ia berkata, ["Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk melempariku dengan batu."] dengan batu.
﴿وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِي﴾ تُصَدِّقُونِي ﴿فَاعْتَزِلُونِ﴾ فَاتْرُكُوا أَذَايَ فَلَمْ يَتْرُكُوهُ
٢ -
Dan jika kamu tidak beriman kepadaku [tidak membenarkanku], maka tinggalkanlah aku [maka hentikanlah gangguanmu terhadapku, namun mereka tidak menghentikannya].
﴿فَدَعَا رَبّه أَنَّ﴾ أَيْ بِأَنَّ ﴿هَؤُلَاءِ قَوْم مجرمون﴾ مشركون
٢ -
Kemudian dia [Musa] berdoa kepada Tuhannya bahwasanya [yakni seraya berkata bahwasanya] "mereka ini adalah kaum yang berdosa [musyrik]."
فقال تعالى ﴿فَأَسْرِ﴾ بِقَطْعِ الْهَمْزَة وَوَصْلهَا ﴿بِعِبَادِي﴾ بَنِي إسْرَائِيل ﴿لَيْلًا إنَّكُمْ مُتَّبِعُونَ﴾ يَتَّبِعكُمْ فِرْعَوْن وَقَوْمه
٢ -
Maka Allah Ta'ala berfirman, "Jalankanlah [lafaz fa-asri dibaca dengan hamzah qatha' maupun hamzah washal] hamba-hamba-Ku [Bani Israil] di malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar [Firaun dan kaumnya akan mengejar kalian]."
﴿وَاتْرُكِ الْبَحْر﴾ إذَا قَطَعْته أَنْتَ وَأَصْحَابك ﴿رَهْوًا﴾ سَاكِنًا مُنْفَرِجًا حَتَّى يَدْخُلهُ الْقِبْط ﴿إنَّهُمْ جُنْد مُغْرَقُونَ﴾ فَاطْمَأَنَّ بِذَلِكَ فَأُغْرِقُوا
٢ -
Dan biarkanlah laut itu [apabila engkau dan pengikutmu telah melintasinya] terbelah [tetap tenang dan terbuka hingga orang-orang Qibthi memasukinya]. Sungguh, mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan [maka Musa pun merasa tenang dengan janji itu, lalu mereka ditenggelamkan].
﴿كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّات﴾ بَسَاتِين ﴿وَعُيُون﴾ تَجْرِي
٢ -
Betapa banyaknya taman-taman [yakni kebun-kebun] dan mata air-mata air [yang mengalir] yang mereka tinggalkan,
﴿وَزُرُوع وَمَقَام كَرِيم﴾ مَجْلِس حَسَن
٢ -
dan tanaman-tanaman serta tempat-tempat yang indah [tempat kedudukan yang baik].
﴿وَنِعْمَة﴾ مُتْعَة ﴿كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ﴾ نَاعِمِينَ
٢ -
dan kesenangan-kesenangan [kemewahan] yang mereka menikmatinya [yang hidup bersenang-senang di dalamnya].
﴿كَذَلِكَ﴾ خَبَر مُبْتَدَأ أَيْ الْأَمْر ﴿وَأَوْرَثْنَاهَا﴾ أَيْ أَمْوَالهمْ ﴿قَوْمًا آخَرِينَ﴾ أَيْ بَنِي إسْرَائِيل
٢ -
Demikianlah [menjadi khabar dari mubtada, yaitu: perkaranya adalah demikian], dan Kami wariskan semua itu [yakni harta benda mereka] kepada kaum yang lain [yaitu Bani Israil].
﴿فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاء وَالْأَرْض﴾ بِخِلَافِ الْمُؤْمِنِينَ يَبْكِي عَلَيْهِمْ بِمَوْتِهِمْ مُصَلَّاهُمْ مِنْ الْأَرْض وَمُصْعَد عَمَلهمْ مِنْ السَّمَاء ﴿وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ﴾ مُؤَخِّرِينَ للتوبة
٣ -
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka [berbeda halnya dengan orang-orang beriman, yang mana tempat salat mereka di bumi dan tempat naik amal mereka di langit menangis atas kematian mereka], dan mereka pun tidak diberi penangguhan [yakni tidak ditangguhkan untuk bertobat].
﴿وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إسْرَائِيل مِنَ الْعَذَاب الْمُهِين﴾ قَتْل الْأَبْنَاء وَاسْتِخْدَام النِّسَاء
٣ -
Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan [yaitu pembunuhan anak-anak laki-laki mereka dan mempekerjakan paksa kaum wanita mereka].
﴿مِنْ فِرْعَوْن﴾ قِيلَ بَدَل مِنْ الْعَذَاب بِتَقْدِيرِ مُضَاف أَيْ عَذَاب وَقِيلَ حَال مِنْ الْعَذَاب ﴿إنه كان عاليا من المسرفين﴾
٣ -
dari Fir'aun. [Ada yang berpendapat bahwa lafaz ini berkedudukan sebagai badal dari lafaz 'al-adzab' dengan memperkirakan adanya mudhaf, yaitu 'siksaan Fir'aun'. Ada pula yang berpendapat bahwa ia berkedudukan sebagai hal dari lafaz 'al-adzab']. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.
﴿وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ﴾ أَيْ بَنِي إسْرَائِيل ﴿عَلَى عِلْم﴾ مِنَّا بِحَالِهِمْ ﴿عَلَى الْعَالَمِينَ﴾ أَيْ عَالِمِي زَمَانهمْ أي العقلاء
٣ -
Dan sungguh, Kami telah memilih mereka [yakni Bani Israil] berdasarkan pengetahuan [Kami tentang keadaan mereka] atas seluruh alam [yakni penduduk alam pada zaman mereka, yaitu orang-orang yang berakal].
﴿وَآتَيْنَاهُمْ مِنَ الْآيَات مَا فِيهِ بَلَاء مُبِين﴾ نِعْمَة ظَاهِرَة مِنْ فَلْق الْبَحْر وَالْمَنّ وَالسَّلْوَى وغيرها
٣ -
Dan telah Kami berikan kepada mereka di antara tanda-tanda [kekuasaan Kami] sesuatu yang di dalamnya terdapat ujian yang nyata [nikmat yang jelas, seperti terbelahnya laut, diturunkannya manna dan salwa, serta lainnya].
﴿إن هؤلاء﴾ أي كفار مكة ﴿ليقولون﴾
٣ -
Sungguh mereka itu [yakni orang-orang kafir Mekah] benar-benar berkata,
﴿إنْ هِيَ﴾ مَا الْمَوْتَة الَّتِي بَعْدهَا الْحَيَاة ﴿إلَّا مَوْتَتنَا الْأُولَى﴾ أَيْ وَهُمْ نُطَف ﴿وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَ﴾ بِمَبْعُوثِينَ أَحْيَاء بَعْد الثَّانِيَة
٣ -
[Kematian yang setelahnya ada kehidupan itu] tidak lain [hanyalah kematian kita yang pertama] yaitu ketika mereka masih berupa setetes mani, [dan kami tidak akan dibangkitkan] tidak dikembalikan hidup setelah kematian kedua. 3 -
﴿فَأْتُوا بِآبَائِنَا﴾ أَحْيَاء ﴿إنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴾ أَنَّا نبعث بعد موتنا أي نحيا
٣ -
"Datangkanlah nenek moyang kami" [dalam keadaan hidup] "jika kamu orang-orang yang benar" [bahwa kami akan dibangkitkan setelah mati kami, yakni dihidupkan kembali].
قال تعالى ﴿أهم خَيْر أَمْ قَوْم تُبَّع﴾ هُوَ نَبِيّ أَوْ رَجُل صَالِح ﴿وَاَلَّذِينَ مِنْ قَبْلهمْ﴾ مِنْ الْأُمَم ﴿أَهْلَكْنَاهُمْ﴾ بِكُفْرِهِمْ وَالْمَعْنَى لَيْسُوا أَقْوَى مِنْهُمْ وَأُهْلِكُوا ﴿إنهم كانوا مجرمين﴾
٣ -
Allah Ta'ala berfirman, Apakah mereka yang lebih baik ataukah kaum Tubba' [dia adalah seorang nabi atau seorang laki-laki yang saleh] dan orang-orang yang sebelum mereka [dari umat-umat terdahulu]? Kami telah membinasakan mereka [disebabkan kekafiran mereka. Maknanya: orang-orang kafir Makkah itu tidaklah lebih kuat daripada kaum-kaum yang telah dibinasakan tersebut], sungguh mereka adalah orang-orang yang berdosa.
﴿وما خلقنا السماوات وَالْأَرْض وَمَا بَيْنهمَا لَاعِبِينَ﴾ بِخَلْقِ ذَلِكَ حَال
٣ -
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main [dalam menciptakan hal tersebut, berkedudukan sebagai hal (keterangan keadaan)].
3 -
﴿مَا خَلَقْنَاهُمَا﴾ وَمَا بَيْنهمَا ﴿إلَّا بِالْحَقِّ﴾ أَيْ مُحِقِّينَ فِي ذَلِكَ لِيُسْتَدَلّ بِهِ عَلَى قُدْرَتنَا وَوَحْدَانِيّتنَا وَغَيْر ذَلِكَ ﴿وَلَكِنَّ أَكْثَرهمْ﴾ أَيْ كُفَّار مكة ﴿لا يعلمون﴾
٤ -
Tidaklah Kami menciptakan keduanya [dan apa yang ada di antara keduanya] melainkan dengan hak [yakni dengan kebenaran untuk dijadikan petunjuk atas kekuasaan Kami, keesaan Kami, dan selain itu], tetapi kebanyakan mereka [yaitu orang-orang kafir Mekah] tidak mengetahui.
﴿إنَّ يَوْم الْفَصْل﴾ يَوْم الْقِيَامَة يَفْصِل اللَّه فِيهِ بَيْن الْعِبَاد ﴿مِيقَاتهمْ أَجْمَعِينَ﴾ لِلْعَذَابِ الدَّائِم
٤ -
"Sungguh, hari keputusan [yaitu hari kiamat di mana Allah memutuskan perkara di antara para hamba] adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya [untuk menerima azab yang kekal],"
﴿يَوْم لَا يُغْنِي مَوْلَى عَنْ مَوْلَى﴾ بِقَرَابَةٍ أو صداقة أي لا يدفع عنه ﴿شَيْئًا﴾ مِنْ الْعَذَاب ﴿وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ﴾ يُمْنَعُونَ منه ويوم بدل من يوم الفصل
٤ -
"yaitu hari ketika seorang kerabat tidak dapat memberi manfaat kepada kerabat lainnya" [sebab hubungan kekerabatan atau persahabatan, yaitu tidak dapat menolak darinya] "sedikit pun" [dari azab], "dan mereka tidak akan ditolong" [tidak dapat dicegah dari azab tersebut. Kata 'yauma' di sini menjadi badal dari 'yaumal-fashl'].
﴿إلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّه﴾ وَهُمْ الْمُؤْمِنُونَ فَإِنَّهُ يَشْفَع بَعْضهمْ لِبَعْضٍ بِإِذْنِ اللَّه ﴿إنَّهُ هُوَ الْعَزِيز﴾ الْغَالِب فِي انْتِقَامه مِنْ الْكُفَّار ﴿الرَّحِيم﴾ بالمؤمنين
٤ -
[kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah] mereka adalah orang-orang beriman, karena sesungguhnya sebagian dari mereka memberi syafaat kepada sebagian yang lain dengan izin Allah. [Sungguh, Dia Mahaperkasa] Maha Menang dalam pembalasan-Nya terhadap orang-orang kafir, [lagi Maha Penyayang] kepada orang-orang beriman.
4 -
﴿إنَّ شَجَرَة الزَّقُّوم﴾ هِيَ مِنْ أَخْبَث الشَّجَر الْمُرّ بِتُهَامَة يُنْبِتهَا اللَّه تَعَالَى فِي الْجَحِيم
٤ -
Sungguh pohon zaqqum itu [adalah termasuk pohon paling buruk dan pahit di Tihamah, yang ditumbuhkan oleh Allah Ta'ala di dasar neraka Jahim].
﴿طَعَام الْأَثِيم﴾ أَبِي جَهْل وَأَصْحَابه ذَوِي الْإِثْم الكبير
٤ -
[Adalah] makanan orang yang berdosa [yakni Abu Jahal dan kawan-kawannya yang memiliki dosa besar].
﴿كَالْمُهْلِ﴾ أَيْ كَدُرْدِيِّ الزَّيْت الْأَسْوَد خَبَر ثَانٍ ﴿تغلي فِي الْبُطُون﴾ بالْفَوْقانية خَبَر ثَالِث وبالتَّحْتَانِيّة حَال من المهل
٤ -
seperti cairan tembaga mendidih [yaitu seperti endapan minyak hitam yang kotor; berkedudukan sebagai khabar kedua] yang mendidih di dalam perut [dibaca dengan menggunakan huruf ta' (taghli) sebagai khabar ketiga, dan dibaca dengan huruf ya' (yaghli) sebagai hal dari al-muhl].
﴿كَغَلْيِ الْحَمِيم﴾ الْمَاء الشَّدِيد الْحَرَارَة
٤ -
seperti mendidihnya air yang sangat panas [kata *al-hamîm* berarti air yang sangat panas].
﴿خُذُوهُ﴾ يُقَال لِلزَّبَانِيَةِ خُذُوا الْأَثِيم ﴿فَاعْتِلُوهُ﴾ بِكَسْرِ التَّاء وَضَمّهَا جُرُّوهُ بِغِلْظَةٍ وَشِدَّة ﴿إلَى سَوَاء الْجَحِيم﴾ وَسَط النَّار
٤ -
Peganglah dia [dikatakan kepada malaikat Zabaniyah, "Peganglah orang yang berdosa itu!"] kemudian seretlah dia [dengan dibaca kasrah pada huruf ta (fa'tiluhu) atau dhammah (fa'tuluhu), maknanya: seretlah dia dengan kasar dan keras] ke tengah-tengah neraka [bagian tengah neraka].
﴿ثُمَّ صُبُّوا فَوْق رَأْسه مِنْ عَذَاب الْحَمِيم﴾ أَيْ مِنْ الْحَمِيم الَّذِي لَا يُفَارِقهُ الْعَذَاب فَهُوَ أَبْلَغ مِمَّا فِي آيَة ﴿يُصَبّ مِنْ فوق رؤوسهم الحميم﴾
٤ -
"Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab dari air yang sangat panas!" [maksudnya dari air sangat panas yang tidak terpisahkan dari azab, hal ini lebih mendalam maknanya daripada yang ada pada ayat "Disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka"].
وَيُقَال لَهُ ﴿ذُقْ﴾ أَيْ الْعَذَاب ﴿إنَّك أَنْتَ الْعَزِيز الْكَرِيم﴾ بِزَعْمِك وَقَوْلك مَا بَيْن جَبَلَيْهَا أعز وأكرم مني
٥ -
Dan dikatakan kepadanya, "Rasakanlah [yakni azab ini], sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia [menurut prasangkamu dan perkataanmu: 'Tidak ada di antara dua gunung ini yang lebih perkasa dan lebih mulia daripada aku']."
ويقال لهم ﴿إنَّ هَذَا﴾ الَّذِي تَرَوْنَ مِنْ الْعَذَاب ﴿مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ﴾ فِيهِ تَشُكُّونَ
٥ -
Dan dikatakan kepada mereka, "Sesungguhnya ini [yakni siksaan yang kalian lihat] adalah apa yang dahulu kamu ragukan [kalian sangsikan]."
﴿إنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَام﴾ مَجْلِس ﴿أَمِين﴾ يُؤْمَن فيه الخوف
٥ -
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat [majelis/kedudukan] yang aman [terbebas dari rasa takut]. 5 -
﴿في جنات﴾ بساتين ﴿وعيون﴾
٥ -
"Di dalam taman-taman" [kebun-kebun] "dan mata air-mata air."
5 -
﴿يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُس وَإِسْتَبْرَق﴾ أَيْ مَا رَقَّ مِنْ الدِّيبَاج وَمَا غَلُظَ مِنْهُ ﴿مُتَقَابِلِينَ﴾ حَال أَيْ لَا يَنْظُر بَعْضهمْ إلَى قَفَا بَعْض لِدَوَرَانِ الْأَسِرَّة بِهِمْ
٥ -
"Mereka memakai sutra halus dan sutra tebal" [maksudnya pakaian sutra yang tipis dan yang tebal], "berhadap-hadapan" [sebagai hal (keterangan keadaan), maksudnya sebagian mereka tidak melihat tengkuk sebagian yang lain karena dipan-dipan mereka dapat berputar sendiri bersama mereka].
﴿كَذَلِكَ﴾ يُقَدَّر قَبْله الْأَمْر ﴿وَزَوَّجْنَاهُمْ﴾ مِنْ التَّزْوِيج أَوْ قَرَنَّاهُمْ ﴿بِحُورٍ عِين﴾ بِنِسَاءٍ بِيض وَاسِعَات الأعين حسانها
٥ -
Demikianlah, [ditakdirkan sebelum lafal ini kata "perkaranya demikian",] dan Kami nikahkan mereka [berasal dari kata pernikahan atau bermakna "Kami pasangkan mereka"] dengan bidadari-bidadari yang bermata indah [yaitu wanita-wanita berkulit putih, bermata lebar lagi indah].
﴿يَدْعُونَ﴾ يَطْلُبُونَ الْخَدَم ﴿فِيهَا﴾ أَيْ الْجَنَّة أَنْ يَأْتُوا ﴿بِكُلِّ فَاكِهَة﴾ مِنْهَا ﴿آمِنِينَ﴾ مِنْ انْقِطَاعهَا وَمَضَرَّتهَا وَمِنْ كُلّ مَخُوف حَال
٥ -
Di dalamnya mereka meminta [kepada para pelayan] di dalamnya [yaitu di dalam surga, agar mereka membawakan] segala macam buah-buahan [darinya] dengan aman [dari terputusnya buah-buahan tersebut, dari bahayanya, dan dari segala hal yang menakutkan; kata ini berkedudukan sebagai 'hal' atau keterangan keadaan]. [5]
﴿لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْت إلَّا الْمَوْتَة الْأُولَى﴾ أَيْ الَّتِي فِي الدُّنْيَا بَعْد حَيَاتهمْ فِيهَا قال بعضهم إلا بمعنى بعد ﴿ووقاهم عذاب الجحيم﴾
٥ -
Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati yang pertama [yakni kematian yang terjadi di dunia setelah kehidupan mereka di sana. Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa perkataan 'illā' di sini bermakna 'ba'da' (setelah)], dan Allah melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.
﴿فَضْلًا﴾ مَصْدَر بِمَعْنَى تَفَضُّلًا مَنْصُوب بِتَفَضُّلٍ مُقَدَّرًا ﴿من ربك ذلك هو الفوز العظيم﴾
٥ -
sebagai karunia [merupakan masdar yang bermakna 'tafaddulan' (sebagai pemberian karunia), dinasabkan oleh fi'il 'tafaddala' yang ditakdirkan] dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung.
5 -
﴿فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ﴾ سَهَّلْنَا الْقُرْآن ﴿بِلِسَانِك﴾ بِلُغَتِك لِتَفْهَمهُ الْعَرَب مِنْك ﴿لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ﴾ يَتَّعِظُونَ فَيُؤْمِنُونَ لَكِنَّهُمْ لا يؤمنون
٥ -
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan [Kami mudahkan Al-Qur'an itu] dengan bahasamu [dengan bahasamu agar bangsa Arab memahaminya darimu] agar mereka mengambil pelajaran [mengambil ikhtibar lalu beriman, tetapi mereka tidak beriman].
﴿فَارْتَقِبْ﴾ انْتَظِرْ هَلَاكهمْ ﴿إنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ﴾ هَلَاكك وَهَذَا قبل نزول الأمر بجهادهم
Maka tunggulah [nantikanlah kebinasaan mereka], sesungguhnya mereka juga menunggu [kebinasaanmu. Dan perintah ini berlaku sebelum turunnya perintah untuk memerangi mereka].