Tafsir Al-Jalalayn
﴿لَقَدْ رَضِيَ اللَّه عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إذْ يُبَايِعُونَك﴾ بِالْحُدَيْبِيَةِ ﴿تَحْت الشَّجَرَة﴾ هِيَ سَمُرَة وَهُمْ أَلْف وثلاثمائة أَوْ أَكْثَر ثُمَّ بَايَعَهُمْ عَلَى أَنْ يُنَاجِزُوا قُرَيْشًا وَأَنْ لَا يَفِرُّوا مِنْ الْمَوْت ﴿فَعَلِمَ﴾ اللَّه ﴿مَا فِي قُلُوبهمْ﴾ مِنْ الصِّدْق وَالْوَفَاء ﴿فَأَنْزَلَ السَّكِينَة عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا﴾ هُوَ فَتْح خَيْبَر بَعْد انْصِرَافهمْ مِنْ الْحُدَيْبِيَة ١ -
Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu [di Hudaibiyah] di bawah pohon [yaitu pohon Samurah, dan jumlah mereka adalah seribu tiga ratus orang atau lebih. Kemudian Nabi membaiat mereka untuk memerangi Quraisy dan tidak lari dari kematian]. Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka [berupa kejujuran dan kesetiaan], lalu Dia menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat [yaitu penaklukan Khaibar setelah kepulangan mereka dari Hudaibiyah].