Tafsir Al-Jalalayn
﴿يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إنْ جَاءَكُمْ فَاسِق بِنَبَإٍ﴾ خَبَر ﴿فَتَبَيَّنُوا﴾ صِدْقه مِنْ كَذِبه وَفِي قِرَاءَة فَتَثَبَّتُوا مِنْ الثَّبَات ﴿أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا﴾ مَفْعُول لَهُ أَيْ خَشْيَة ذَلِكَ ﴿بِجَهَالَةٍ﴾ حَال مِنْ الْفَاعِل أَيْ جَاهِلِينَ ﴿فَتُصْبِحُوا﴾ تَصِيرُوا ﴿عَلَى مَا فَعَلْتُمْ﴾ مِنْ الْخَطَأ بِالْقَوْمِ ﴿نَادِمِينَ﴾ وَأَرْسَلَ ﷺ إلَيْهِمْ بَعْد عَوْدهمْ إلَى بِلَادهمْ خَالِدًا فَلَمْ يَرَ فِيهِمْ إلَّا الطَّاعَة وَالْخَيْر فَأَخْبَرَ النَّبِيّ بذلك
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita [berita], maka periksalah dengan teliti [kebenarannya dari kedustaannya; dan dalam satu qiraat dibaca *fatatsabbatuu* yang berasal dari kata *at-tsabat* (ketelitian)], agar kamu [tidak] menimpa suatu kaum [karena khawatir akan hal itu] dengan kecerobohan [dalam keadaan tidak tahu], sehingga kamu menjadi [menjadi] menyesal atas apa yang telah kamu perbuat [berupa kesalahan terhadap kaum tersebut. Dan Rasulullah ﷺ mengutus Khalid kepada mereka setelah mereka kembali ke negeri mereka, lalu Khalid tidak melihat pada mereka melainkan ketaatan dan kebaikan, maka beliau menyampaikan hal itu kepada Nabi ﷺ].