Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ﴾ الْآيَة نَزَلَتْ فِي قَضِيَّة هِيَ أَنَّ النَّبِيّ ﷺ ركب حمارا ومر على بن أبي فبال الحمار فسد بن أبي أنفه فقال بن رَوَاحَة وَاَللَّه لَبَوْل حِمَاره أَطْيَب رِيحًا مِنْ مِسْكك فَكَانَ بَيْن قَوْمَيْهِمَا ضَرْب بِالْأَيْدِي وَالنِّعَال وَالسَّعَف ﴿اقْتَتَلُوا﴾ جُمِعَ نَظَرًا إلَى الْمَعْنَى لِأَنَّ كُلّ طَائِفَة جَمَاعَة وَقُرِئَ اقْتَتَلَتَا ﴿فَأَصْلِحُوا بَيْنهمَا﴾ ثُنِّيَ نَظَرًا إلَى اللَّفْظ ﴿فَإِنْ بَغَتْ﴾ تَعَدَّتْ ﴿إحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيء﴾ تَرْجِع ﴿إلَى أَمْر اللَّه﴾ الْحَقّ ﴿فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنهمَا بِالْعَدْلِ﴾ بِالْإِنْصَافِ ﴿وَأَقْسِطُوا﴾ اعْدِلُوا ﴿إن الله يحب المقسطين﴾ ١ -
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin [ayat ini turun berkenaan dengan suatu peristiwa, yaitu ketika Nabi SAW mengendarai keledai lalu melewati Ibnu Ubay, kemudian keledai itu kencing, lalu Ibnu Ubay menutup hidungnya. Maka Ibnu Rawahah berkata, "Demi Allah, sungguh air kencing keledainya lebih harum aromanya daripada minyak kesturimu!" Maka terjadilah saling pukul di antara kaum keduanya dengan tangan, sandal, dan pelepah kurma] berperang [kata "iqtatalu" menggunakan bentuk jamak dengan memperhatikan maknanya, karena setiap golongan terdiri dari banyak orang; dan dibaca juga "iqtataluta" dalam bentuk dual], maka damaikanlah antara keduanya [menggunakan bentuk dual dengan memperhatikan lafalnya]. Jika salah satu [melampaui batas] dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali [tunduk] kepada perintah Allah [yang hak/benar]. Jika golongan itu telah kembali, maka damaikanlah antara keduanya dengan adil [dengan penuh keadilan], dan berlakulah adil [berbuat adillah]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.