﴿فَمَنْ يُرِدْ اللَّه أَنْ يَهْدِيه يَشْرَح صَدْره لِلْإِسْلَامِ﴾ بِأَنْ يَقْذِف فِي قَلْبه نُورًا فَيَنْفَسِح لَهُ وَيَقْبَلهُ كَمَا وَرَدَ فِي حَدِيث ﴿وَمَنْ يُرِدْ﴾ اللَّه ﴿أَنْ يُضِلّهُ يَجْعَل صَدْره ضَيِّقًا﴾ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد عَنْ قَبُوله ﴿حَرَجًا﴾ شَدِيد الضِّيق بِكَسْرِ الرَّاء صِفَة وَفَتْحهَا مَصْدَر وَصَفَ فِيهِ مُبَالَغَة ﴿كَأَنَّمَا يَصَّعَّد﴾ وَفِي قِرَاءَة يَصَّاعَد وَفِيهِمَا إدْغَام التَّاء فِي الْأَصْل فِي الصَّاد وَفِي أُخْرَى بِسُكُونِهَا ﴿فِي السَّمَاء﴾ إذَا كُلِّفَ الْإِيمَان لِشِدَّتِهِ عَلَيْهِ ﴿كَذَلِكَ﴾ الْجَعْل ﴿يَجْعَل اللَّه الرِّجْس﴾ العذاب أو الشيطان أي يسلطه ﴿على الذين لا يؤمنون﴾
١٢ -
Barang siapa yang Allah kehendaki untuk memberi petunjuk kepadanya, niscaya Dia dilapangkan dadanya untuk [menerima] Islam [dengan cara menanamkan cahaya di dalam hatinya sehingga dadanya menjadi lapang dan mau menerimanya, sebagaimana tercantum dalam sebuah hadis]. Dan barang siapa yang [Allah] kehendaki untuk disesatkan-Nya, niscaya Allah menjadikan dadanya sempit [dibaca mukhaffaf 'dhaiyqan' atau mutsaqqal 'dhayyiqan' untuk menerima Islam] lagi sesak [artinya sangat sempit; dengan membaca kasrah huruf ra 'harijan' sebagai sifat, atau fathah 'harajan' sebagai masdar yang berfungsi mubalaghah/menyangat] seolah-olah ia sedang mendaki [menurut suatu qiraat dibaca 'yashshai'adu' dan dalam kedua qiraat tersebut terjadi idgham huruf ta asal ke dalam huruf shad, sedangkan qiraat lain membacanya dengan sukun] ke langit [apabila ia dibebani iman, karena terasa sangat berat baginya]. Demikianlah [penetapan itu], Allah menimpakan siksa [yaitu azab atau setan, yakni Dia menguasakannya] atas orang-orang yang tidak beriman.