﴿قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّه﴾ بِالْبَعْثِ ﴿حَتَّى﴾ غَايَة لِلتَّكْذِيبِ ﴿إذَا جَاءَتْهُمْ السَّاعَة﴾ الْقِيَامَة ﴿بَغْتَة﴾ فَجْأَة ﴿قَالُوا يَا حَسْرَتنَا﴾ هِيَ شِدَّة التَّأَلُّم وَنِدَاؤُهَا مَجَاز أَيْ هَذَا أَوَانك فَاحْضُرِي ﴿عَلَى مَا فَرَّطْنَا﴾ قَصَّرْنَا ﴿فِيهَا﴾ أَيْ الدُّنْيَا ﴿وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارهمْ عَلَى ظُهُورهمْ﴾ بِأَنْ تَأْتِيهِمْ عِنْد الْبَعْث فِي أَقْبَح شَيْء صُورَة وَأَنْتَنه رِيحًا فَتَرْكَبهُمْ ﴿أَلَا سَاءَ﴾ بِئْسَ ﴿مَا يَزِرُونَ﴾ يَحْمِلُونَهُ حَمْلهمْ ذَلِكَ
٣ -
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah [dengan kebangkitan], sehingga [kata penjelas batas akhir pendustaan] apabila Kiamat [hari kiamat] datang kepada mereka secara tiba-tiba [mendadak], mereka berkata, "Betapa besarnya penyesalan kami" [yaitu penderitaan yang sangat mendalam; dan seruan penyesalan ini bersifat majazi, bermakna: 'inilah saatmu, maka hadirilah!'] atas kelalaian kami [kelalaian kami] di dalamnya [yakni di dunia], sedang mereka memikul dosa-dosa mereka di atas punggung mereka [dengan gambaran bahwa dosa-dosa itu datang kepada mereka saat kebangkitan dalam bentuk wujud yang paling buruk rupa dan paling busuk baunya, lalu menunggangi mereka]. Ingatlah, alangkah buruknya [alangkah jeleknya] apa yang mereka pikul [apa yang mereka bawa berupa beban berat tersebut].