﴿قَدْ﴾ لِلتَّحْقِيقِ ﴿نَعْلَم إنَّهُ﴾ أَيْ الشَّأْن ﴿لَيَحْزُنك الَّذِي يَقُولُونَ﴾ لَك مِنْ التَّكْذِيب ﴿فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَك﴾ فِي السِّرّ لِعِلْمِهِمْ أَنَّك صَادِق وَفِي قِرَاءَة بِالتَّخْفِيفِ أَيْ لَا يَنْسُبُونَك إلَى الْكَذِب ﴿وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ﴾ وَضَعَهُ مَوْضِع الْمُضْمَر ﴿بِآيَاتِ اللَّه﴾ الْقُرْآن ﴿يَجْحَدُونَ﴾ يُكَذِّبُونَ
٣ -
Sungguh [berfungsi untuk penegasan (tahqiq),] Kami mengetahui bahwa [yaitu keadaan yang sebenarnya,] kesedihanmu karena apa yang mereka katakan [kepadamu berupa pendustaan,] karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu [secara rahasia/dalam hati mereka, karena mereka tahu bahwa kamu jujur. Dan dalam satu qiraat dibaca dengan takhfif (yaitu yukdzibunaka), yang berarti mereka tidak menuduhmu berdusta,] tetapi orang-orang yang zalim itu [diletakkan sebagai pengganti kata ganti (isim dhamir),] terhadap ayat-ayat Allah [Al-Qur'an] mereka mengingkari [mendustakan].