Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلَا بِقَوْلِ كَاهِن قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ﴾ بِالتَّاءِ وَالْيَاء فِي الْفِعْلَيْنِ وَمَا مَزِيدَة مُؤَكَّدَة وَالْمَعْنَى أَنَّهُمْ آمَنُوا بِأَشْيَاء يَسِيرَة وَتَذْكُرُوهَا مِمَّا أَتَى بِهِ النَّبِيّ ﷺ مِنْ الْخَيْر وَالصِّلَة وَالْعَفَاف فَلَمْ تُغْنِ عَنْهُمْ شَيْئًا ٤ -
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran [kata 'tadzakkaruuna' dapat dibaca dengan ta' atau ya' pada kedua fi'il tersebut; dan kata 'maa' adalah 'maziidah' (tambahan) untuk penegasan. Maknanya: sesungguhnya mereka beriman kepada hal-hal yang sedikit dan mengingat apa yang dibawa oleh Nabi ﷺ berupa kebaikan, silaturahmi, dan menjaga kehormatan diri, namun hal itu tidak memberi manfaat sedikit pun bagi mereka].