﴿حَقِيق﴾ جَدِير ﴿عَلَى أَنْ﴾ أَيْ بِأَنْ ﴿لَا أَقُول عَلَى اللَّه إلَّا الْحَقّ﴾ وَفِي قِرَاءَة بِتَشْدِيدِ الْيَاء فَحَقِيق مُبْتَدَأ خَبَره أَنْ وَمَا بَعْده ﴿قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِي﴾ إلَى الشَّام ﴿بَنِي إسْرَائِيل﴾ وَكَانَ اسْتَعْبَدَهُمْ
١٠ -
Wajib [layak] atas diriku [maksudnya, untuk] tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. [Dan dalam satu qiraat dibaca dengan mentasydidkan huruf ya' (haqiyqun 'alayya), maka lafaz 'haqiyq' berkedudukan sebagai mubtada' sedangkan khabarnya adalah 'an' beserta kalimat setelahnya]. Sesungguhnya aku datang kepadamu membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah bersamaku [ke negeri Syam] Bani Israel [sebab Firaun telah memperbudak mereka].