Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَقَطَّعْنَاهُمْ﴾ فَرَّقْنَا بَنِي إسْرَائِيل ﴿اثْنَتَيْ عَشْرَة﴾ حَال ﴿أَسْبَاطًا﴾ بَدَل مِنْهُ أَيْ قَبَائِل ﴿أُمَمًا﴾ بَدَل مِمَّا قَبْله ﴿وَأَوْحَيْنَا إلَى مُوسَى إذْ اسْتَسْقَاهُ قَوْمه﴾ فِي التِّيه ﴿أَنْ اضْرِبْ بِعَصَاك الْحَجَر﴾ فَضَرَبَهُ ﴿فَانْبَجَسَتْ﴾ انْفَجَرَتْ ﴿مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَة عَيْنًا﴾ بِعَدَدِ الْأَسْبَاط ﴿قَدْ عَلِمَ كُلّ أُنَاس﴾ سَبْط مِنْهُمْ ﴿مَشْرَبهمْ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمْ الْغَمَام﴾ فِي التِّيه مِنْ حَرّ الشَّمْس ﴿وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ الْمَنّ وَالسَّلْوَى﴾ هُمَا الترنجبين وَالطَّيْر السُّمَانَى بِتَخْفِيفِ الْمِيم وَالْقَصْر وقلنا لهم ﴿كلوا من طيبات ما رزقناكم وما ظلمونا ولكن كانوا أنفسهم يظلمون ١٦ - ﴿و﴾ اذْكُرْ ﴿إذْ قِيلَ لَهُمْ اُسْكُنُوا هَذِهِ الْقَرْيَة﴾ بَيْت الْمَقْدِس ﴿وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا﴾ أَمْرنَا ﴿حِطَّة وَادْخُلُوا الْبَاب﴾ أَيْ بَاب الْقَرْيَة ﴿سُجَّدًا﴾ سُجُود انْحِنَاء ﴿نَغْفِر﴾ بِالنُّونِ وَالتَّاء مَبْنِيًّا لِلْمَفْعُولِ ﴿لَكُمْ خَطِيئَاتكُمْ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ﴾ بِالطَّاعَةِ ثَوَابًا ١٦ -
Dan Kami membagi-bagi mereka [Kami memecah-belah Bani Israil] menjadi dua belas [sebagai keterangan keadaan] suku [sebagai kata pengganti darinya, yakni kabilah-kabilah] yang masing-masing mempunyai pemimpin [sebagai kata pengganti dari kata sebelumnya]. Dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya [di padang pasir Tih], "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" [Maka dia memukulnya]. Maka memancarlah [memancar keluar] darinya dua belas mata air [sesuai dengan jumlah suku-suku tersebut]. Sungguh setiap suku [satu suku dari mereka] telah mengetahui tempat minum mereka masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan [di padang Tih dari teriknya panas matahari] dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa [keduanya adalah sejenis madu dan burung puyuh dengan meringankan huruf mim dan dibaca qashar, dan Kami katakan kepada mereka], "Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu." Dan tidaklah mereka menzalimi Kami, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. 16 - Dan [ingatlah] ketika dikatakan kepada mereka, "Tinggallah di negeri ini [yaitu Baitul Maqdis] dan makanlah dari hasil buminya di mana saja kamu kehendaki, dan katakanlah [permohonan kami adalah], 'Bebaskanlah kami dari dosa kami,' dan masukilah pintu gerbang [yaitu pintu gerbang negeri itu] sambil membungkuk [yaitu sujud dalam bentuk membungkukkan badan], niscaya Kami mengampuni [dibaca dengan menggunakan huruf nun (nagfir) atau dengan huruf ta' yang dibina majhul (tugfar)] kesalahan-kesalahanmu. Kelak Kami akan menambah bagi orang-orang yang berbuat baik [dalam ketaatan akan pahala mereka]." 16 -