﴿أَخْرَجَ﴾ حَال بِإِضْمَارِ قَدْ أَيْ مُخْرِجًا ﴿مِنْهَا مَاءَهَا﴾ بِتَفْجِيرِ عُيُونهَا ﴿وَمَرْعَاهَا﴾ مَا تَرْعَاهُ النَّعَم مِنْ الشَّجَر وَالْعُشْب وَمَا يَأْكُلهُ النَّاس مِنْ الْأَقْوَات وَالثِّمَار وَإِطْلَاق الْمَرْعَى عَلَيْهِ اِسْتِعَارَة
٣ -
Dia memancarkan [kedudukannya sebagai 'hal' (keterangan keadaan) dengan mengira-ngirakan kata 'qad', yakni: seraya mengeluarkan] darinya airnya [dengan memancarkan mata air-mata airnya] dan tumbuh-tumbuhannya [yaitu apa yang digembalakan oleh hewan ternak berupa pepohonan dan rerumputan, serta apa yang dimakan oleh manusia berupa bahan makanan pokok dan buah-buahan. Penggunaan kata 'al-mar'a' (tempat penggembalaan) untuk hal tersebut merupakan bentuk isti'arah (metafora)].