﴿وآخرون﴾ من المتخلفين ﴿مرجون﴾ بِالْهَمْزِ وَتَرْكه مُؤَخَّرُونَ عَنْ التَّوْبَة ﴿لِأَمْرِ اللَّه﴾ فِيهِمْ بِمَا يَشَاء ﴿إمَّا يُعَذِّبهُمْ﴾ بِأَنْ يُمِيتهُمْ بِلَا تَوْبَة ﴿وَإِمَّا يَتُوب عَلَيْهِمْ وَاَللَّه عَلِيم﴾ بِخَلْقِهِ ﴿حَكِيم﴾ فِي صُنْعه بِهِمْ وَهُمْ الثَّلَاثَة الْآتُونَ بَعْد مَرَارَة بْن الرَّبِيع وَكَعْب بْن مَالِك وَهِلَال بْن أُمَيَّة تَخَلَّفُوا كَسَلًا وَمَيْلًا إلَى الدَّعَة لَا نِفَاقًا وَلَمْ يَعْتَذِرُوا إلَى النَّبِيّ ﷺ كَغَيْرِهِمْ فَوَقَفَ أَمْرهمْ خَمْسِينَ لَيْلَة وَهَجَرَهُمْ النَّاس حَتَّى نَزَلَتْ توبتهم بعد
١٠ - ﴿و﴾ مِنْهُمْ ﴿الَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا﴾ وَهُمْ اثْنَا عَشَرَ مِنْ الْمُنَافِقِينَ ﴿ضِرَارًا﴾ مُضَارَّة لِأَهْلِ مَسْجِد قُبَاءَ ﴿وَكُفْرًا﴾ لِأَنَّهُمْ بَنَوْهُ بِأَمْرِ أَبِي عَامِر الرَّاهِب لِيَكُونَ مَعْقِلًا لَهُ يَقْدُم فِيهِ مَنْ يَأْتِي مِنْ عِنْده وَكَانَ ذَهَبَ لِيَأْتِيَ بِجُنُودٍ مِنْ قَيْصَر لِقِتَالِ النَّبِيّ ﷺ ﴿وَتَفْرِيقًا بَيْن الْمُؤْمِنِينَ﴾ الَّذِينَ يُصَلُّونَ بِقُبَاءَ بِصَلَاةِ بَعْضهمْ فِي مَسْجِدهمْ ﴿وَإِرْصَادًا﴾ تَرَقُّبًا ﴿لِمَنْ حَارَبَ اللَّه وَرَسُوله مِنْ قَبْل﴾ أَيْ قَبْل بِنَائِهِ وَهُوَ أَبُو عَامِر الْمَذْكُور ﴿وَلَيَحْلِفُنَّ إنْ﴾ مَا ﴿أَرَدْنَا﴾ بِبِنَائِهِ ﴿إلَّا﴾ الْفِعْلَة ﴿الْحُسْنَى﴾ مِنْ الرِّفْق بِالْمِسْكِينِ فِي الْمَطَر وَالْحَرّ وَالتَّوْسِعَة عَلَى الْمُسْلِمِينَ ﴿وَاَللَّه يَشْهَد إنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ﴾ فِي ذَلِكَ وَكَانُوا سَأَلُوا النَّبِيّ ﷺ أَنْ يُصَلِّي فِيهِ فَنَزَلَ
١٠ -
Dan ada orang-orang lain [dari kalangan orang-orang yang tidak ikut berperang] yang ditangguhkan [dibaca dengan hamzah (murja'una) atau tanpa hamzah (murjauna), artinya ditangguhkan] keputusan mereka [dari penerimaan taubat] untuk menunggu keputusan Allah [terhadap mereka sesuai dengan apa yang Dia kehendaki], apakah Dia akan mengazab mereka [dengan mematikan mereka tanpa sempat bertaubat] dan apakah Dia akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui [tentang makhluk-Nya] lagi Maha Bijaksana [dalam tindakan-Nya terhadap mereka. Mereka adalah tiga orang yang akan disebutkan nanti, yaitu Murarah bin al-Rabi', Ka'b bin Malik, dan Hilal bin Umayyah. Mereka tidak ikut berperang karena malas dan cenderung menyukai kemudahan, bukan karena kemunafikan. Mereka juga tidak mengemukakan alasan palsu kepada Nabi SAW sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang lain. Maka urusan mereka ditangguhkan selama lima puluh malam dan orang-orang menjauhi mereka, hingga akhirnya turun ayat yang menyatakan diterimanya taubat mereka setelah itu]. Dan [di antara mereka ada] orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan [bagi jamaah Masjid Quba'], untuk kekafiran [karena mereka membangunya atas perintah Abu 'Amir ar-Rahib agar menjadi benteng baginya yang menjadi tempat singgah bagi orang yang datang darinya; ia telah pergi untuk membawa pasukan dari Kaisar demi memerangi Nabi ﷺ], untuk memecah belah antara orang-orang mukmin [yang shalat di Quba' dengan shalatnya sebagian dari mereka di masjid mereka tersebut], dan untuk menunggu [mengintai] kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu [yakni sebelum dibangunya masjid itu, yaitu Abu 'Amir yang disebutkan tadi]. Dan mereka pasti akan bersumpah, "Kami tidak [menginginkan] [dengan membangunnya] melainkan [perbuatan] kebaikan [seperti memberi kemudahan bagi orang miskin di musim hujan dan panas, serta memberi kelapangan bagi kaum muslimin]." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta [dalam sumpah tersebut. Mereka sebelumnya telah meminta Nabi ﷺ untuk shalat di dalamnya, maka turunlah ayat ini]. 10 -