Tafsir Al-Jalalayn
﴿اتَّخَذُوا أَحْبَارهمْ﴾ عُلَمَاء الْيَهُود ﴿وَرُهْبَانهمْ﴾ عُبَّاد النَّصَارَى ﴿أَرْبَابًا مِنْ دُون اللَّه﴾ حَيْثُ اتَّبَعُوهُمْ فِي تَحْلِيل مَا حَرَّمَ اللَّه وَتَحْرِيم مَا أَحَلَّ الله ﴿والمسيح بن مَرْيَم وَمَا أُمِرُوا﴾ فِي التَّوْرَاة وَالْإِنْجِيل ﴿إلَّا لِيَعْبُدُوا﴾ أَيْ بِأَنْ يَعْبُدُوا ﴿إلَهًا وَاحِدًا لَا إله إلا هو سبحانه﴾ تنزيها له ﴿عما يشركون﴾ ٣ -
Merekam menjadikan orang-orang alim mereka [yakni ulama Yahudi] dan rahib-rahib mereka [yakni ahli ibadah Nasrani] sebagai tuhan-tuhan selain Allah [karena mereka mengikuti alim dan rahib itu dalam menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah], dan [mereka juga menjadikan] Al-Masih putra Maryam [sebagai tuhan], padahal mereka tidak diperintahkan [di dalam Taurat dan Injil] melainkan agar menyembah [yakni bahwasanya mereka menyembah] Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia [sebagai penyucian bagi-Nya] dari apa yang mereka persekutukan.