﴿اسْتَغْفِرْ﴾ يَا مُحَمَّد ﴿لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِر لَهُمْ﴾ تَخْيِير لَهُ فِي الِاسْتِغْفَار وَتَرْكه قَالَ ﷺ إني خيرت اخترت يَعْنِي الِاسْتِغْفَار رَوَاهُ الْبُخَارِيّ ﴿إنْ تَسْتَغْفِر لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّة فَلَنْ يَغْفِر اللَّه لَهُمْ﴾ قِيلَ الْمُرَاد بِالسَّبْعِينَ الْمُبَالَغَة فِي كَثْرَة الِاسْتِغْفَار وَفِي الْبُخَارِيّ حَدِيث لَوْ أَعْلَم أَنِّي لَوْ زِدْت عَلَى السَّبْعِينَ غُفِرَ لَزِدْت عَلَيْهَا وَقِيلَ الْمُرَاد العدد المخصوص لحديثه أيضا وسأزيد على السبعين فبين لَهُ حَسْم الْمَغْفِرَة بِآيَةِ ﴿سَوَاء عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْت لهم أم لم تستغفر لهم﴾ ذلك بأنهم كفروا بالله ورسوله والله لا يهدي القوم الفاسقين
٨ -
Mohonkanlah ampunan [wahai Muhammad] bagi mereka atau jangan kamu mohonkan ampunan bagi mereka [ini adalah pilihan baginya antara memohonkan ampunan atau meninggalkannya. Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku diberi pilihan, maka aku memilih," yakni memohonkan ampunan, HR. Bukhari]. Jika kamu memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, maka Allah tidak akan mengampuni mereka [dikatakan bahwa yang dimaksud dengan tujuh puluh adalah bentuk hiperbola/mubalaghah untuk menunjukkan banyaknya permohonan ampunan. Dalam Sahih al-Bukhari terdapat hadis: "Sekiranya aku tahu bahwa jika aku menambah lebih dari tujuh puluh kali mereka akan diampuni, niscaya aku akan menambahnya." Dikatakan pula bahwa yang dimaksud adalah bilangan khusus, berdasarkan hadis beliau juga: "Dan aku akan menambah lebih dari tujuh puluh." Maka dijelaskan kepadanya kepastian tidak adanya ampunan dengan ayat: (Sama saja bagi mereka, apakah engkau memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak engkau memohonkan ampunan bagi mereka)]. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 8 -