Tafsir Al-Jalalayn
﴿ثُمَّ كَانَ﴾ عَطْف عَلَى اِقْتَحَمَ وَثُمَّ لِلتَّرْتِيبِ الذِّكْرِيّ وَالْمَعْنَى كَانَ وَقْت الِاقْتِحَام ﴿مِنْ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا﴾ أَوْصَى بَعْضهمْ بَعْضًا ﴿بِالصَّبْرِ﴾ عَلَى الطَّاعَة وَعَنْ الْمَعْصِيَة ﴿وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ﴾ الرَّحْمَة عَلَى الخلق ١ -
Kemudian dia termasuk [di-'ataf-kan pada kata *iaqtahama*, dan kata *tsumma* di sini menunjukkan urutan penyebutan; maknanya adalah: dia berada pada saat menempuh jalan yang mendaki itu termasuk] orang-orang yang beriman dan saling menasihati [sebagian saling menasihati sebagian yang lain] untuk bersabar [dalam ketaatan dan menjauhi maksiat] serta saling menasihati untuk berkasih sayang [berkasih sayang kepada sesama makhluk].