Tafsir Al-Jalalayn
﴿قُلْ أَرَأَيْتُمْ﴾ أَخْبِرُونِي ﴿إنْ أَتَاكُمْ عَذَابه﴾ أَيْ اللَّه ﴿بَيَاتًا﴾ لَيْلًا ﴿أَوْ نَهَارًا مَاذَا﴾ أَيّ شَيْء ﴿يَسْتَعْجِل مِنْهُ﴾ أَيْ الْعَذَاب ﴿الْمُجْرِمُونَ﴾ الْمُشْرِكُونَ فِيهِ وَضَعَ الظَّاهِر مَوْضِع الْمُضْمَر وَجُمْلَة الِاسْتِفْهَام جَوَاب الشَّرْط كَقَوْلِك إذَا أَتَيْتُك مَاذَا تُعْطِينِي وَالْمُرَاد بِهِ التَّهْوِيل أَيْ مَا أَعْظَم مَا استعجلوه ٥ -
Katakanlah, [beritahukanlah kepadaku] "Jika datang kepada kalian azab-Nya [yakni azab Allah] pada malam hari [di waktu malam] atau pada siang hari, apakah [apakah gerangan] yang dimintai agar disegerakan darinya [yakni dari azab itu] oleh orang-orang yang berdosa [orang-orang musyrik]?" [Di sini isim zhahir diletakkan di tempat isim dhamir. Kalimat tanya ini menjadi jawab syarat, seperti perkataanmu: "Jika aku mendatangimu, apa yang akan kamu berikan kepadaku?". Maksud darinya adalah untuk menakut-nakuti, yaitu betapa besarnya apa yang mereka minta agar disegerakan].