﴿إِنَّ رَبّهمْ بِهِمْ يَوْمئِذٍ لَخَبِير﴾ لَعَالَم فَيُجَازِيهِمْ عَلَى كُفْرهمْ أُعِيدَ الضَّمِير جَمْعًا نَظَرًا لِمَعْنَى الْإِنْسَان وَهَذِهِ الْجُمْلَة دَلَّتْ عَلَى مَفْعُول يَعْلَم أَيْ إِنَّا نُجَازِيه وَقْت مَا ذَكَرَ وَتَعَلَّقَ خَبِير بِيَوْمَئِذ وَهُوَ تَعَالَى خَبِير دَائِمًا لِأَنَّهُ يوم المجازاة
Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahamengetahui tentang mereka [benar-benar Mahamengetahui, lalu Dia akan membalas mereka atas kekafiran mereka. Kata ganti 'mereka' diulangi dalam bentuk jamak dengan memperhatikan makna dari kata 'al-insan' (manusia). Kalimat ini menunjukkan objek dari kata 'ya'lam' (mengetahui), yakni sungguh Kami akan membalasnya pada waktu yang telah disebutkan. Kata 'khabir' berkaitan dengan 'yauma'idzin', padahal Allah Ta'ala Maha Mengetahui secara terus-menerus, karena hari itu adalah hari pembalasan].