﴿قَالَتْ يَا وَيْلَتَى﴾ كَلِمَة تُقَال عِنْد أَمْر عَظِيم وَالْأَلِف مُبْدَلَة مِنْ يَاء الْإِضَافَة ﴿أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوز﴾ لِي تِسْع وَتِسْعُونَ سَنَة ﴿وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا﴾ لَهُ مِائَة أَوْ وَعِشْرُونَ سَنَة وَنَصْبه عَلَى الْحَال وَالْعَامِل فِيهِ مَا فِي ذَا مِنْ الْإِشَارَة ﴿إنَّ هَذَا لَشَيْء عَجِيب﴾ أَنْ يُولَد وَلَد لِهَرَمَيْنِ
٧ -
Istrinya berkata, "Sungguh mengherankan [sebuah kata yang diucapkan ketika menghadapi perkara besar, dan huruf alif di sini merupakan gantian dari ya idhafah], apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua [berusia sembilan puluh sembilan tahun], dan ini suamiku dalam keadaan sangat tua [berusia seratus atau seratus dua puluh tahun; lafazh 'syaikhan' dinashabkan sebagai hal, dan amil padanya adalah isyarah yang terkandung dalam 'hadza']? Sungguh, ini benar-benar suatu hal yang ajaib [yaitu dilahirkan seorang anak dari dua orang yang sudah sangat tua renta]."