﴿رَبّ قَدْ آتَيْتنِي مِنْ الْمُلْك وَعَلَّمْتنِي مِنْ تأويل الأحاديث﴾ تعبير الرؤيا ﴿فاطر﴾ خالق ﴿السماوات والأرض أنت وليي﴾ مُتَوَلِّي مَصَالِحِي ﴿فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ﴾ مِنْ آبَائِي فَعَاشَ بَعْد ذَلِكَ أُسْبُوعًا أَوْ أَكْثَر وَمَاتَ وَلَهُ مِائَة وَعِشْرُونَ سَنَة وَتَشَاحَّ الْمِصْرِيُّونَ فِي قَبْره فَجَعَلُوهُ فِي صُنْدُوق مِنْ مَرْمَر وَدَفَنُوهُ فِي أَعْلَى النِّيل لِتَعُمّ الْبَرَكَة جَانِبَيْهِ فَسُبْحَان مَنْ لَا انْقِضَاء لملكه
١٠ -
"Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi" [yaitu menakwilkan mimpi], "[Wahai] Pencipta" [Pencipta] "langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku" [Pengurus segala urusanku] "di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh" [dari kalangan nenek moyangku]. [Nabi Yusuf hidup setelah itu selama satu minggu atau lebih, lalu wafat pada usia seratus dua puluh tahun. Orang-orang Mesir berselisih tentang makamnya, lalu mereka memasukkannya ke dalam peti dari pualam dan menguburkannya di hulu sungai Nil agar keberkahannya merata di kedua sisinya. Maka Mahasuci Dzat yang kerajaan-Nya tidak pernah berakhir].