Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصه﴾ مَحَلّه نَصْب عَلَى الظَّرْفِيَّة أَيْ فَوْقه ﴿بِدَمٍ كَذِب﴾ أَيْ ذِي كَذِب بِأَنْ ذَبَحُوا سَخْلَة وَلَطَّخُوهُ بِدَمِهَا وَذُهِلُوا عَنْ شَقّه وَقَالُوا إنَّهُ دَمه ﴿قَالَ﴾ يَعْقُوب لَمَّا رَآهُ صَحِيحًا وَعَلِمَ كَذِبهمْ ﴿بَلْ سَوَّلَتْ﴾ زَيَّنَتْ ﴿لَكُمْ أَنْفُسكُمْ أَمْرًا﴾ فَفَعَلْتُمُوهُ بِهِ ﴿فَصَبْر جَمِيل﴾ لَا جَزَع فِيهِ وَهُوَ خَبَر مُبْتَدَأ مَحْذُوف أَيْ أَمْرِي ﴿وَاَللَّه الْمُسْتَعَان﴾ الْمَطْلُوب مِنْهُ الْعَوْن ﴿عَلَى مَا تَصِفُونَ﴾ تَذْكُرُونَ مِنْ أَمْر يُوسُف ١ -
Dan mereka datang membawa bajunya [posisi katsrah/dharaf di sini manshub sebagai zharaf, yaitu di atas bajunya] dengan darah palsu [yakni darah yang mengandung kebohongan, karena mereka menyembelih seekor anak kambing lalu melumurinya dengan darahnya, namun mereka lupa merobek bajunya, dan mereka berkata bahwa itu adalah darah Yusuf]. Dia [Yakub] berkata [ketika melihat baju itu utuh dan mengetahui kebohongan mereka], "Bahkan telah menganggap baik [hiasan] nafsu kalian suatu urusan [sehingga kalian melakukannya terhadap Yusuf]. Maka kesabaran yang indah [itulah yang terbaik, tidak ada keluh kesah di dalamnya, dan kata ini menjadi khabar dari mubtada' yang dibuang, yaitu 'urusanku adalah']. Dan Allah tempat memohon pertolongan [Dzat yang diminta pertolongan-Nya] atas apa yang kamu ceritakan [kalian sebutkan tentang urusan Yusuf]."