﴿وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْن فَتَيَانِ﴾ غُلَامَانِ لِلْمَلِكِ أَحَدهمَا سَاقِيه وَالْآخَر صَاحِب طَعَامه فَرَأَيَاهُ يَعْبُر الرُّؤْيَا فَقَالَا لِنَخْتَبِرَنَّهُ ﴿قَالَ أَحَدهمَا﴾ وَهُوَ السَّاقِي ﴿إنِّي أَرَانِي أَعْصِر خَمْرًا﴾ أَيْ عِنَبًا ﴿وَقَالَ الْآخَر﴾ وَهُوَ صَاحِب الطَّعَام ﴿إنِّي أَرَانِي أَحْمِل فَوْق رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُل الطَّيْر مِنْهُ نَبِّئْنَا﴾ خَبِّرْنَا ﴿بتأويله﴾ بتعبيره ﴿إنا نراك من المحسنين﴾
٣ -
Dan bersamanya masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda [yaitu dua orang pelayan raja, salah satunya adalah pelayan minumannya dan yang lainnya adalah juru masaknya. Mereka berdua melihat Yusuf pandai menakwilkan mimpi, lalu mereka berkata, "Mari kita mengujinya."]. Berkatalah salah seorang dari keduanya [yaitu si pelayan minuman], "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras khamar" [yakni buah anggur]. Dan berkatalah yang lain [yaitu si juru masak], "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan oleh burung." Berikanlah kepada kami [kabarkanlah kepada kami] takwilnya [tafsir mimpinya], sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.