Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَقَالَ الْمَلِك﴾ لَمَّا جَاءَهُ الرَّسُول وَأَخْبَرَهُ بِتَأْوِيلِهَا ﴿ائْتُونِي بِهِ﴾ أَيْ بِاَلَّذِي عَبَّرَهَا ﴿فَلَمَّا جَاءَهُ﴾ أَيْ يُوسُف ﴿الرَّسُول﴾ وَطَلَبَهُ لِلْخُرُوجِ ﴿قَالَ﴾ قَاصِدًا إظْهَار بَرَاءَته ﴿ارْجِعْ إلَى رَبّك فَاسْأَلْهُ﴾ أَنْ يَسْأَل ﴿مَا بَال﴾ حَال ﴿النِّسْوَة اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيهنَّ إنَّ رَبِّي﴾ سَيِّدِي ﴿بِكَيْدِهِنَّ عَلِيم﴾ فَرَجَعَ فَأَخْبَرَ الْمَلِك فَجَمَعَهُنَّ ٥ -
Dan raja berkata [ketika utusan itu datang kepadanya dan memberitahukan takwil mimpi tersebut], "Bawalah dia [orang yang menakwilkan mimpi itu] kepadaku!" Maka ketika utusan itu datang kepadanya [yakni Yusuf dan memintanya untuk keluar], Yusuf berkata [dengan maksud memperlihatkan kesucian dirinya dari tuduhan], "Kembalilah kepada tuanmu, lalu tanyakanlah kepadanya" [agar dia menyelidiki] "bagaimana keadaan wanita-wanita yang telah melukai tangan mereka. Sesungguhnya Tuhanku" [atau tuanku] "Maha Mengetahui tipu daya mereka." Maka utusan itu kembali dan memberitahukannya kepada Raja, lalu Raja mengumpulkan wanita-wanita tersebut.