Tafsir Al-Jalalayn
﴿قَالُوا إنْ يَسْرِق فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْل﴾ أَيْ يُوسُف وَكَانَ سَرَقَ لِأَبِي أُمّه صَنَمًا مِنْ ذَهَب فَكَسَرَهُ لِئَلَّا يَعْبُدهُ ﴿فَأَسَرَّهَا يُوسُف فِي نَفْسه وَلَمْ يُبْدِهَا﴾ يُظْهِرهَا ﴿لهم﴾ والضمير للكلمة التي في قوله ﴿قَالَ﴾ فِي نَفْسه ﴿أَنْتُمْ شَرّ مَكَانًا﴾ مِنْ يُوسُف وَأَخِيهِ لِسَرِقَتِكُمْ أَخَاكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ وَظُلْمكُمْ لَهُ ﴿وَاَللَّه أَعْلَم﴾ عَالِم ﴿بِمَا تَصِفُونَ﴾ تَذْكُرُونَ من أمره ٧ -
Mereka berkata, "Jika dia mencuri, maka sungguh saudara kandungnya pun pernah mencuri sebelum itu." [maksudnya Yusuf. Dahulu dia pernah mengambil patung emas milik kakek dari pihak ibunya lalu memecahkannya agar tidak disembah]. Maka Yusuf menyembunyikan [perkataan] itu di dalam hatinya dan tidak memperlihatkannya [yakni tidak menampakkannya] kepada mereka. [Kata ganti '-nya' (perkataan) kembali kepada kalimat yang ada pada firman-Nya:] Dia berkata [di dalam hatinya], "Kedudukan kalian lebih buruk [daripada kedudukan Yusuf dan saudaranya, disebabkan kalian telah mencuri saudara kalian dari ayah kalian dan berbuat zalim kepadanya], dan Allah Maha Mengetahui [yakni Maha Mengetahui] apa yang kalian terangkan [yakni yang kalian sebutkan mengenai urusannya]." 7 -