﴿قَالَ﴾ لَهُمْ ﴿إنَّمَا أَشْكُو بَثِّي﴾ هُوَ عَظِيم الْحُزْن الَّذِي لَا يَصْبِر عَلَيْهِ حَتَّى يُبَثّ إلَى النَّاس ﴿وَحُزْنِي إلَى اللَّه﴾ لَا إلَى غَيْره فَهُوَ الَّذِي تَنْفَع الشَّكْوَى إلَيْهِ ﴿وَأَعْلَم مِنَ اللَّه مَا لَا تَعْلَمُونَ﴾ مِنْ أَنَّ رُؤْيَا يُوسُف صِدْق وَهُوَ حَيّ ثُمَّ قَالَ
٨ -
[Ya'qub] berkata [kepada mereka], "Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahanku [yaitu duka cita yang sangat besar yang tidak sanggup ditahan hingga harus diadukan kepada manusia] dan kesedihanku [bukan kepada selain-Nya, karena Dialah yang memberi manfaat atas pengaduan kepada-Nya], dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui [yaitu bahwa mimpi Yusuf adalah benar dan dia masih hidup]." Kemudian dia berkata: