﴿وَكُلّ إنْسَان أَلْزَمْنَاهُ طَائِره﴾ عَمَله يَحْمِلهُ ﴿فِي عُنُقه﴾ خُصَّ بِالذِّكْرِ لِأَنْ اللُّزُوم فِيهِ أَشَدّ وَقَالَ مُجَاهِد مَا مِنْ مَوْلُود يُولَد إلَّا وَفِي عُنُقه وَرَقَة مَكْتُوب فِيهَا شَقِيّ أَوْ سعيد ﴿ونخرج له يوم القيامة كِتَابًا﴾ مَكْتُوبًا فِيهِ عَمَله ﴿يَلْقَاهُ مَنْشُورًا﴾ صِفَتَانِ لكتابا
١ -
Dan setiap manusia telah Kami kalungkan burung (nasib)nya [yakni amal perbuatannya yang dipikulnya] pada lehernya [dikhususkan penyebutannya karena kemelekatan padanya lebih kuat. Mujahid berkata: "Tidak ada seorang bayi pun yang lahir melainkan di lehernya terdapat lembaran yang tertulis di dalamnya apakah ia celaka atau bahagia"], dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab [yang tertulis di dalamnya amal perbuatannya] yang dijumpainya dalam keadaan terbuka [keduanya merupakan sifat bagi kata 'kitaban'].