Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي﴾ أَيْ مَلَائِكَتِي وَعِيسَى وَعُزَيْرًا ﴿مِنْ دُونِي أَوْلِيَاء﴾ أَرْبَابًا مَفْعُول ثَانٍ لِيَتَّخِذُوا وَالْمَفْعُول الثَّانِي لِحَسِبَ مَحْذُوف الْمَعْنَى أَظَنُّوا أَنَّ الِاتِّخَاذ الْمَذْكُور لَا يُغْضِبنِي وَلَا أُعَاقِبهُمْ عَلَيْهِ كَلَّا ﴿إنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّم لِلْكَافِرِينَ﴾ هَؤُلَاءِ وَغَيْرهمْ ﴿نُزُلًا﴾ أَيْ هِيَ مُعَدَّة لَهُمْ كَالْمَنْزِلِ الْمُعَدّ لِلضَّيْفِ ١٠ -
[Maka apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku] yaitu para malaikat-Ku, Isa, dan Uzair [selain Aku sebagai pelindung] sebagai tuhan-tuhan; kata ini menjadi objek (maf'ul) kedua bagi *yattakhidzu*, sedangkan objek kedua bagi kata *hasiba* dibuang. Maknanya: apakah mereka mengira bahwa pengambilan tersebut tidak membuat-Ku murka dan Aku tidak akan mengazab mereka karenanya? Sekali-kali tidak! [Sungguh, Kami telah menyediakan neraka Jahanam bagi orang-orang kafir] yaitu mereka dan selain mereka [sebagai tempat tinggal.] maksudnya neraka itu disiapkan bagi mereka seperti tempat tinggal yang disiapkan untuk tamu.