﴿إلَّا أَنْ يَشَاء اللَّه﴾ أَيْ إلَّا مُلْتَبِسًا بِمَشِيئَةِ اللَّه تَعَالَى بِأَنْ تَقُول إنْ شَاءَ اللَّه ﴿وَاذْكُرْ رَبّك﴾ أَيْ مَشِيئَته مُعَلِّقًا بِهَا ﴿إذَا نَسِيت﴾ وَيَكُون ذِكْرهَا بَعْد النِّسْيَان كَذِكْرِهَا مَعَ الْقَوْل قَالَ الْحَسَن وَغَيْره مَا دَامَ في المجلس ﴿وقل عسى أن يهدين رَبِّي لِأَقْرَب مِنْ هَذَا﴾ مِنْ خَبَر أَهْل الْكَهْف فِي الدَّلَالَة عَلَى نُبُوَّتِي ﴿رَشَدًا﴾ هِدَايَة وَقَدْ فَعَلَ اللَّه ذَلِكَ
٢ -
"Kecuali jika Allah menghendaki" [maksudnya, kecuali dengan menyertakan kehendak Allah Ta'ala, yaitu dengan mengucapkan *Insya Allah*]. "Dan ingatlah kepada Tuhanmu" [maksudnya, ingatlah kehendak-Nya dengan menggantungkan sesuatu kepada-Nya] "apabila kamu lupa" [dan mengingat kehendak-Nya setelah lupa itu sama seperti mengingatnya sewaktu mengucapkan janji. Al-Hasan dan lainnya berkata: "Selama ia masih berada di majelis tersebut"]. "Dan katakanlah, 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat dari ini'" [dari kisah *Ashhabul Kahfi* dalam menunjukkan kebenaran kenabianku] "'petunjuknya'" [yakni petunjuk, dan sungguh Allah telah melakukan hal itu].
2 -