﴿أو لا يَذْكُر الْإِنْسَان﴾ أَصْله يَتَذَكَّر أُبْدِلَتْ التَّاء ذَالًا وَأُدْغِمَتْ فِي الذَّال وَفِي قِرَاءَة تَرْكهَا وَسُكُون الذَّال وَضَمّ الْكَاف ﴿أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْل وَلَمْ يَكُ شَيْئًا﴾ فَيُسْتَدَلّ بِالِابْتِدَاءِ عَلَى الْإِعَادَة
٦ -
Dan apakah manusia tidak memperhatikan [asal kata *yadzkuru* adalah *yatadzakkaru*, ta diganti dengan dzal lalu di-idgham-kan ke dalam dzal; dan dalam suatu qiraat tanpa idgham (*yadzkaru*), dzal disukunkan dan kaf didhammahkan] bahwa Kami telah menciptakannya sebelum itu, padahal ia dahulu belum berupa sesuatu pun? [Maka penciptaan pertama ini dijadikan dalil atas penciptaan kembali].