﴿ثُمَّ أَفِيضُوا﴾ يَا قُرَيْش ﴿مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاس﴾ أَيْ مِنْ عَرَفَة بِأَنْ تَقِفُوا بِهَا مَعَهُمْ وَكَانُوا يَقِفُونَ بِالْمُزْدَلِفَةِ تَرَفُّعًا عَنْ الْوُقُوف مَعَهُمْ وَثُمَّ لِلتَّرْتِيبِ فِي الذِّكْر ﴿وَاسْتَغْفِرُوا اللَّه﴾ مِنْ ذُنُوبكُمْ ﴿إنَّ اللَّه غَفُور﴾ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿رَحِيم﴾ بهم
٢٠ -
Kemudian bertolaklah kamu [wahai kaum Quraisy] dari tempat bertolaknya orang-orang banyak [yaitu dari Arafah, dengan cara kalian wukuf di sana bersama mereka. Sebelumnya, kaum Quraisy biasa wukuf di Muzdalifah karena merasa lebih mulia untuk wukuf bersama orang banyak. Kata *tsumma* (kemudian) di sini berfungsi untuk urutan dalam penyebutan], dan mohonlah ampunan kepada Allah [atas dosa-dosa kalian]; sesungguhnya Allah Maha Pengampun [bagi orang-orang yang beriman] lagi Maha Penyayang [kepada mereka].