﴿هَلْ﴾ مَا ﴿يَنْظُرُونَ﴾ يَنْتَظِر التَّارِكُونَ الدُّخُول فِيهِ ﴿إلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمْ اللَّه﴾ أَيْ أَمْره كَقَوْلِهِ أَوْ يَأْتِي أَمْر رَبّك أَيْ عَذَابه ﴿فِي ظُلَل﴾ جَمْع ظُلَّة ﴿مِنْ الْغَمَام﴾ السَّحَاب ﴿وَالْمَلَائِكَة وَقُضِيَ الْأَمْر﴾ تَمَّ أَمْر هَلَاكهمْ ﴿وَإِلَى اللَّه تُرْجَع الْأُمُور﴾ بِالْبِنَاءِ لِلْمَفْعُولِ وَالْفَاعِل فِي الْآخِرَة فَيُجَازِي كُلًّا بِعَمَلِهِ
٢١ -
Tiada yang [mereka] nanti-nantikan [yakni orang-orang yang enggan masuk ke dalam Islam] melainkan datangnya [azab] Allah kepada mereka [yakni ketetapan-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Atau datang ketetapan Tuhanmu", yaitu azab-Nya] dalam naungan [bentuk jamak dari 'zhullah'] dari awan [sejenis awan putih] beserta malaikat, dan diputuskanlah perkara [telah sempurna kebinasaan mereka]. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan [dibaca pasif/mabni lil maful maupun aktif/mabni lil fa'il; terjadi di akhirat lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya].