Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَهَزَمُوهُمْ﴾ كَسَرُوهُمْ ﴿بِإِذْنِ اللَّه﴾ بِإِرَادَتِهِ ﴿وَقَتَلَ دَاوُد﴾ وَكَانَ فِي عَسْكَر طَالُوت ﴿جَالُوت وَآتَاهُ﴾ أَيْ دَاوُد ﴿اللَّه الْمُلْك﴾ فِي بَنِي إسْرَائِيل ﴿وَالْحِكْمَة﴾ النُّبُوَّة بَعْد مَوْت شَمْوِيل وَطَالُوت وَلَمْ يَجْتَمِعَا لِأَحَدٍ قَبْله ﴿وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاء﴾ كَصَنْعَةِ الدُّرُوع وَمَنْطِق الطَّيْر ﴿وَلَوْلَا دَفْع اللَّه النَّاس بَعْضَهْم﴾ بَدَل بَعْض مِنْ النَّاس ﴿بِبَعْض لَفَسَدَتْ الْأَرْض﴾ بِغَلَبَةِ الْمُشْرِكِينَ وَقَتْل الْمُسْلِمِينَ وَتَخْرِيب الْمَسَاجِد ﴿وَلَكِنَّ اللَّه ذُو فَضْل عَلَى الْعَالَمِينَ﴾ فَدَفَعَ بَعْضهمْ ببعض ٢٥ -
Maka mereka mencerai-beraikan [menghancurkan] pasukan Jalut dengan izin Allah [dengan kehendak-Nya], dan Dawud [yang berada di pasukan Thalut] membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya [kepada Dawud] kerajaan [di kalangan Bani Israil] dan hikmah [kenabian setelah kematian Syamwil dan Thalut, di mana keduanya tidak pernah menyatu pada seorang pun sebelum beliau] dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki [seperti pembuatan baju besi dan bahasa burung]. Dan sekiranya Allah tidak menolak sebagian manusia [kata 'ba'dhahum' sebagai badal dari 'an-naas'] dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini [disebabkan oleh dominasi orang-orang musyrik, pembunuhan terhadap orang-orang muslim, dan penghancuran masjid-masjid]. Tetapi Allah mempunyai karunia atas seluruh alam [sehingga Dia menolak sebagian mereka dengan sebagian yang lain].